
SAMBERNYAWA.COM – Kekalahan Persis Solo dari Persita Tangerang pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 tak hanya memperpanjang catatan buruk Laskar Sambernyawa, tetapi juga meninggalkan situasi pilu di dalam ruang ganti. Situasi sulit yang terus berulang membuat frustrasi mulai menggerogoti mental para pemain.
Hal itu diakui langsung oleh pemain senior Persis Solo, Rian Miziar, yang menilai kondisi internal tim sedang jauh dari kata ideal. Rentetan hasil negatif membuat atmosfer tim berjuluk Laskar Sambenryawa itu berada dalam tekanan besar.
Baca Juga: Persis Solo Kian Terpuruk, Kekalahan dari Persita Bikin Pemain Stres
“Kondisi ruang ganti pasti tidak bagus ketika kalah seperti ini. Pemain frustrasi juga dengan situasi sulit setelah berapa belas pertandingan tim ini tidak pernah menang,” ujar Rian Miziar saat ditemui seusai pertandingan.
Menurutnya, beban yang ditanggung Milomir Seslija dan pasukannya pada musim ini bahkan terasa lebih berat dibandingkan musim lalu. Rian menyoroti perolehan poin yang menurun signifikan di akhir putaran pertama.
“Saat mengakhiri putaran pertama musim lalu, kami meraih sebanyak 10 poin. Dan musim sekarang, kami baru punya tujuh poin dengan sisa satu pertandingan. Saya pikir akan sangat sulit,” kata dia.
Dalam kondisi terpuruk seperti ini, Rian menilai manajemen Persis Solo tak bisa berjalan biasa-biasa saja. Ia menegaskan bahwa kerja ekstra mutlak diperlukan, terutama menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim.
“Saya pikir manajemen harus bekerja lebih ekstra lagi. Yang paling penting, bursa transfer nanti benar-benar dimaksimalkan untuk mengangkat posisi kami,” ucapnya.

