Site icon SAMBERNYAWA.COM

Rian Miziar Buka Suara: Ruang Ganti Persis Frustrasi, Bursa Transfer Jadi Harapan Terakhir

Rian Miziar Buka Suara: Ruang Ganti Persis Frustrasi, Bursa Transfer Jadi Harapan Terakhir
Pemain senior Persis Solo, Rian Miziar. © Sambernyawa.com/Matias M

SAMBERNYAWA.COM – Kekalahan Persis Solo dari Persita Tangerang pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 tak hanya memperpanjang catatan buruk Laskar Sambernyawa, tetapi juga meninggalkan situasi pilu di dalam ruang ganti. Situasi sulit yang terus berulang membuat frustrasi mulai menggerogoti mental para pemain.

Hal itu diakui langsung oleh pemain senior Persis Solo, Rian Miziar, yang menilai kondisi internal tim sedang jauh dari kata ideal. Rentetan hasil negatif membuat atmosfer tim berjuluk Laskar Sambenryawa itu berada dalam tekanan besar.

Baca Juga: Persis Solo Kian Terpuruk, Kekalahan dari Persita Bikin Pemain Stres

“Kondisi ruang ganti pasti tidak bagus ketika kalah seperti ini. Pemain frustrasi juga dengan situasi sulit setelah berapa belas pertandingan tim ini tidak pernah menang,” ujar Rian Miziar saat ditemui seusai pertandingan.

Menurutnya, beban yang ditanggung Milomir Seslija dan pasukannya pada musim ini bahkan terasa lebih berat dibandingkan musim lalu. Rian menyoroti perolehan poin yang menurun signifikan di akhir putaran pertama.

“Saat mengakhiri putaran pertama musim lalu, kami meraih sebanyak 10 poin. Dan musim sekarang, kami baru punya tujuh poin dengan sisa satu pertandingan. Saya pikir akan sangat sulit,” kata dia.

Dalam kondisi terpuruk seperti ini, Rian menilai manajemen Persis Solo tak bisa berjalan biasa-biasa saja. Ia menegaskan bahwa kerja ekstra mutlak diperlukan, terutama menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim.

“Saya pikir manajemen harus bekerja lebih ekstra lagi. Yang paling penting, bursa transfer nanti benar-benar dimaksimalkan untuk mengangkat posisi kami,” ucapnya.

Rian Miziar Meniai Pelatih Belum Maksimal dengan Skuad yang Ada

Rian juga menilai pelatih kepala saat ini, Milomir Seslija, belum sepenuhnya bekerja dengan komposisi skuad sesuai rencananya. Situasi tersebut membuat kebutuhan tim berbeda dibandingkan era kepelatihan sebelumnya.

“Di putaran ini, pelatih kepala hanya bisa memanfaatkan pemain yang ada dan itu bukan bagian dari rencana dia,” jelas Rian.

Karena itu, pemain yang telah bergabung bersama Persis Solo sejak tahun 2021 ini menegaskan bahwa mendatangkan pemain baru pada bursa transfer bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah keharusan.

“Mendatangkan pemain baru adalah hal mutlak. Kebutuhan di era Peter de Roo berbeda, dan di era Milo juga bakal berbeda. Pelatih dan manajemen harus duduk bersama. Apa yang jadi kemauan Milo dan yang menjadi keinginan manajemen harus bertemu di tengah,” tegasnya.

Kekecewaan suporter yang sempat meluap saat pertandingan kontra Persita juga mendapat tanggapan yang cukup bijak dari Rian. Ia menilai reaksi keras pendukung adalah bentuk kepedulian, bukan ancaman.

“Saya pikir itu sesuatu yang lumrah. Kalau dipikir pantas, ya pantas untuk melampiaskan kekecewaannya. Suporter Persis ini salah satu yang tertib,” katanya.

Baca Juga: Milomir Seslija Akui Persis Solo Hadapi Tantangan Berat di Bursa Transfer Paruh Musim

Rian berharap seluruh elemen Persis Solo—pemain, pelatih, manajemen, hingga suporter—bisa mengambil pelajaran dari situasi sulit ini, bukan saling menyalahkan.

“Pemain, pelatih, manajemen, dan suporter itu satu kubu. Kita tidak bisa melangkah sendiri-sendiri. Tidak mungkin Persis Solo besar tanpa mereka,” tutupnya.

Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News

Exit mobile version