Site icon SAMBERNYAWA.COM

Persis Solo Kian Terpuruk, Kekalahan dari Persita Bikin Pemain Stres

Persis Solo Kian Terpuruk, Kekalahan dari Persita Bikin Pemain Stres
Striker asing Persis Solo, Kodai Tanaka, berupaya menembus pertahanan Persita Tangerang dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (04/01/2026).© Sambernyawa.com/Matias M

SAMBERNYAWA.COM – Persis Solo terus berada dalam pusaran hasil negatif saat berupaya menjauh dari zona degradasi BRI Super League 2025/2026. Rentetan kekalahan terbaru, termasuk saat menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-16, bahkan berdampak pada kondisi psikologis para pemain.

Bermain di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026) sore WIB, Laskar Sambernyawa tak mampu memaksimalkan dukungan publik sendiri. Mereka harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 1-3, hasil yang kian memperpanjang tren buruk tim.

Baca Juga: Milomir Seslija Akui Persis Solo Hadapi Tantangan Berat di Bursa Transfer Paruh Musim

Pelatih Persis, Milomir Seslija, menilai gol-gol yang bersarang ke gawang timnya sejatinya sudah masuk dalam catatan antisipasi. Namun, tiga kebobolan di babak pertama membuat situasi menjadi sangat berat untuk dibalikkan.

“Kami kemasukan gol pertama dari situasi sepak pojok, padahal itu sudah kami bahas sebelumnya. Persita memang sangat kuat saat memanfaatkan bola mati dengan banyak pemain di kotak penalti,” ujar Milo seusai laga, Minggu (4/1/2026).

“Gol kedua datang dengan pola yang hampir sama, lalu gol ketiga tercipta lewat transisi cepat mereka. Jika sudah tertinggal tiga gol di babak pertama, tentu sangat sulit untuk bangkit,” sambungnya.

Persis Solo Menunjukan Performa Baik

Milomir Seslija mengakui performa Persis sebenarnya menunjukkan perbaikan pada paruh kedua pertandingan. Namun, upaya Sho Yamamoto dan rekan-rekannya untuk mengejar ketertinggalan tak membuahkan hasil.

Menurut pelatih berusia 61 tahun itu, Persis justru terperangkap dalam skema permainan Persita yang menunggu kesalahan lawan. Ia menilai anak asuhnya terlalu sering melakukan kekeliruan yang berujung fatal.

“Di babak kedua, permainan kami jauh lebih baik dan sesuai rencana. Persita adalah tim yang cenderung menunggu lawan membuat kesalahan, lalu menghukum lewat serangan balik,” tuturnya.

“Dalam tiga laga terakhir, sebenarnya tidak ada lawan yang benar-benar mendominasi kami. Namun, kami kalah karena kesalahan sendiri. Akibatnya, semua rencana yang disiapkan tidak berjalan maksimal,” lanjut Milo.

Kekalahan dari Persita memperpanjang catatan tanpa kemenangan Persis menjadi 15 pertandingan beruntun. Situasi ini turut memengaruhi kondisi mental pemain, termasuk sang kapten, Sho Yamamoto, yang secara terbuka mengakui tekanan besar yang dirasakannya.

Meski demikian, pemain asal Jepang tersebut menegaskan bahwa Persis tidak akan menyerah begitu saja dan tetap bertekad bangkit pada laga berikutnya.

Baca Juga: Jelang Persis vs Persita, Milomir Seslija Ungkap Progres Positif demi Bangkit di Manahan

“Kami benar-benar ingin menang. Tapi setelah tertinggal tiga gol di babak pertama, kondisinya sangat sulit. Tekanan itu besar, dan saya sendiri merasa sangat stres,” ujar Sho.

“Namun, kami harus terus berjuang karena pertandingan selanjutnya sangat krusial. Mungkin tidak semua orang memahami tekanan yang kami rasakan, tetapi kami akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih kemenangan di laga berikutnya,” tegasnya.

Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News

Exit mobile version