
SAMBERNYAWA.COM — Persis Solo telah merampungkan 17 pertandingan pada paruh musim BRI Super League 2025/2026. Raihan 10 poin dari 17 laga tentu bukan hasil yang diinginkan, terlebih Laskar Sambernyawa kini terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara dan hanya unggul head-to-head atas Semen Padang yang menghuni posisi juru kunci.
Manajemen Persis Solo pun bergerak cepat. Menjelang laga melawan Semen Padang, pemilik klub Kaesang Pangarep bertemu dengan perwakilan suporter dan jajaran direksi. Dalam pertemuan tersebut, Kaesang berharap performa Persis Solo dapat membaik pada putaran kedua kompetisi.
Baca Juga: Alfriyanto Nico, Solusi Cepat Persis Solo
Wacana perombakan besar pun mengemuka. Jajaran manajemen disebut berencana mengganti tujuh pemain asing sekaligus. Rencana tersebut terdengar ambisius, namun dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi klub.
Saat ini, Persis Solo memiliki sembilan pemain asing, yakni Cleylton Santos, Xandro Schenk, Jordy Tutuarima, Fuad Sule, Sho Yamamoto, Gervane Kastaneer, Zulfahmi, Kodai Tanaka, dan Adriano Castanheira. Dari sembilan nama tersebut, tujuh di antaranya dikabarkan akan dilepas pada bursa transfer tengah musim.
Pertanyaannya kemudian, siapa yang akan dipertahankan dan siapa yang harus angkat kaki? Lalu, siapa pula yang layak menggantikan tujuh pemain asing tersebut?
Bursa transfer telah dibuka sejak Sabtu (10/1/2026) hingga Jumat (6/2/2026). Artinya, waktu yang dimiliki manajemen kurang dari tiga pekan. Tugas mencoret sekaligus merekrut pemain baru tentu bukan perkara mudah, karena seluruh keputusan harus diperhitungkan secara cermat dan selaras dengan kebutuhan pelatih Milomir Seslija.
Evaluasi Performa dan Statistik Pemain Asing Persis Solo
Untuk itu, kontribusi sembilan pemain asing Persis Solo pada paruh musim ini layak dicermati. Dari sisi penampilan, terdapat dua pemain asing yang tak pernah absen, yakni Kodai Tanaka dan Xandro Schenk, yang sama-sama mencatatkan 17 penampilan.
Keduanya menjadi pilar penting tim. Xandro Schenk tampil solid sebagai tembok pertahanan dan tak bisa sepenuhnya disalahkan atas tingginya jumlah kebobolan Persis Solo. Sementara itu, Kodai Tanaka tampil produktif dengan torehan tujuh gol dan menjadi salah satu penyerang tersubur di liga.
Cleylton Santos menyusul dengan 15 penampilan. Bek berusia 32 tahun tersebut hanya dua kali absen akibat cedera dan akumulasi kartu kuning. Ia juga telah mencetak dua gol, jumlah yang sama dengan Xandro Schenk. Perannya di lini belakang terbilang krusial dan sulit tergantikan.
Berikutnya, Gervane Kastaneer dan Sho Yamamoto sama-sama mencatatkan 13 penampilan. Namun, Sho Yamamoto mengoleksi menit bermain lebih banyak, yakni 1.142 menit, dibandingkan Kastaneer dengan 1.077 menit.
Kastaneer mulai menemukan ritme permainannya bersama Persis Solo. Meski demikian, banyaknya peluang emas yang terbuang kerap membuat suporter mengelus dada. Sejauh ini, ia telah menyumbangkan empat gol.
Adapun Sho Yamamoto, meski berstatus sebagai kapten tim, beberapa kali harus absen akibat kartu merah. Kendati demikian, etos kerjanya tak perlu diragukan. Pemain asal Jepang tersebut dikenal bekerja keras dan aktif di seluruh area lapangan, baik saat bertahan maupun menyerang.
Jordy Tutuarima dan Adriano Castanheira masing-masing mencatatkan 12 penampilan. Keduanya beberapa kali absen akibat cedera. Padahal, Jordy merupakan opsi utama di posisi fullback, demikian pula Adriano di lini tengah. Kehadiran mereka kerap membuat permainan Persis Solo tampil lebih rapi dan seimbang.

