
SAMBERNYAWA.COM — Kehadiran Alfriyanto Nico dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek bagi Persis Solo pada sisa paruh kedua Super League 2025/2026. Berstatus sebagai pemain pinjaman dari Persija Jakarta, Nico diharapkan menambah opsi di sektor fullback Persis yang selama ini relatif minim pilihan.
Hingga pekan ke-17, setidaknya enam pemain sempat dipasang di posisi fullback oleh dua pelatih berbeda. Mereka adalah Jordy Tutuarima, Gio Numberi, Eky Taufik, Althaf Indie, Faqih Maulana, serta Agung Mannan yang terakhir tampil saat Persis menghadapi Semen Padang, Minggu (11/1/2026).
Dari deretan nama tersebut, Jordy Tutuarima dan Gio Numberi kerap menjadi pilihan utama di sisi kiri dan kanan. Jika salah satu absen, Eky Taufik biasanya menjadi alternatif.
Namun, cedera yang dialami Jordy Tutuarima membuat Persis harus mengandalkan Eky Taufik dalam durasi panjang. Kondisi ini dinilai cukup berisiko, terutama dengan stamina Eky yang terlihat menurun. Situasi serupa juga terlihat pada Agung Mannan, yang kerap kehilangan momentum saat dimainkan melawan Semen Padang dan masih membutuhkan adaptasi dengan posisi barunya.
Dua gol serta satu penalti yang didapatkan Semen Padang pada laga tersebut tidak lepas dari keterlambatan Agung Mannan dalam mengambil keputusan. Penalti pertama berawal dari handsball yang dilakukannya.
Sedangkan penalti kedua terjadi setelah Xandro Schenk mencoba menutup celah yang ditinggalkan Agung Mannan dalam situasi transisi sebelum akhirnya melakukan pelanggaran. Gol kedua Semen Padang pun lahir dari sisi kiri pertahanan Persis Solo yang tampak longgar pada masa injury time.

