
SAMBERNYAWA.COM – Persis Solo berambisi untuk melanjutkan tren positifnya saat menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Laskar Sambernyawa mengantongi modal berharga di saat Juku Eja mengalami penurunan performa.
Menjelang pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (4/4/2026) pukul 15.30 WIB itu, Persis Solo telah melewati enam laga terakhir tanpa tersentuh kekalahan. Dua kemenangan dari tiga laga pamungkas juga akan menambah kepercayaan diri Laskar Sambernyawa.
Baca Juga: Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Benturan, Kondisi Muhammad Riyandi Dipastikan Aman
Di sisi seberang, Juku Eja masih belum berhasil memutus tren tanpa kemenangannya pada lima laga terakhir. Namun, pelatih Persis, Milomir Seslija, justru meminta anak asuhnya untuk berhati-hati dengan potensi kebangkitan lawan.
Sebab, menurut juru taktik asal Bosnia-Herzegovina itu, PSM patut diwaspadai karena memiliki amunisi berbahaya. Apalagi, kali ini Yuran Fernandes dan kolega akan bermain dengan dukungan fans di kandangnya sendiri.
“Kami memprediksi duel melawan PSM Makassar akan menjadi pertandingan yang berat dan kompetitif. Kami memahami bahwa PSM adalah tim yang berkualitas,” ujar Milomir Seslija dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2026).
“Saat bermain di kandang, mereka akan memperlihatkan spirit dan motivasi yang luar biasa. PSM memiliki pemain-pemain yang berkualitas, termasuk amunisi impor dan pemain mudanya,” ia menambahkan.
Selain itu, Milo saat ini juga harap-harap cemas karena salah satu pemainnya, Luka Dumancic, diragukan bisa bermain karena mengalami masalah pencernaan. Dia akan terus memantau bek asal Kroasia itu apakah bisa diturunkan besok.
“Mereka tahu bagaimana cara bermain sepak bola. Kami sudah memetakan di mana kekuatan dan kelemahan mereka. Kami akan mencoba semaksimal mungkin meskipun kami memiliki beberapa masalah di tim,” ujar Milo.
“Ada pemain kami yang mengalami masalah perut. Beberapa pemain yang merasakannya juga. Saya harap, besok pada hari pertandingan kondisi yang dialami para pemain sudah jauh lebih baik,” lanjut pelatih berusia 61 tahun itu.

