
SAMBERNYAWA.COM – Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, mengungkapkan nasib dua pemain asing yang sejauh ini kesulitan beradaptasi dengan gaya permainannya. Bukan tidak mungkin, dua nama ini bakal terdepak dari skuad Laskar Sambernyawa.
Dua nama pemain asing tersebut yakni Gonzalo Andrada dan Karim Rossi. Keduanya menjadi sosok pemain yang kesulitan menembus tim utama Persis Solo sejak Ong Kim Swee ditunjuk sebagai pelatih kepala pada akhir November 2024.
Baca Juga: Mengulas Catatan Merah Perjalanan Persis Solo di Putaran Pertama BRI Liga 1 2024/2025
Juru taktik asal Malaysia itu mengatakan, dua pemain ini masih sulit nyetel dengan gaya permainannya. Situasinya berbeda dengan para pemain lokal yang bisa memahami keinginan taktiknya secara lebih baik
“Yang pertama, kedua pemain ini masih membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan pola permainan saya. Dari apa yang saya dapati, jika saya menurunkan pemain lokal, mereka bisa beradaptasi dengan lebih baik,” ujar Ong Kim Swee.
Sejak dinakhodai Ong Kim Swee, Karim Rossi memang hanya bisa bermain satu kali saja sebagai starter. Adapun pada lima laga lainnya dia harus turun sebagai pengganti. Nasib yang lebih buruk dialami Gonzalo Andrada.
Sebab, gelandang asal Uruguay itu hanya bermain empat kali saja di bawah asuhan OKS. Adapun pada dua laga lainnya, dia jadi penghangat bangku cadangan. Nasib semacam ini tentu bisa berpengaruh pada keduanya pada bursa transfer ini.

Tim Paling Sedikit Mencetak Gol
Apalagi, Laskar Sambernyawa bakal melakukan perombakan skuad untuk menghadapi putaran kedua BRI Liga 1 2024/2025. Ong Kim Swee ingin melakukan pertukaran pemain untuk menambah kekuatan timnya.
“Bagi saya ini kembali pada situasi keuangan klub, apakah kami mampu menukar pemain atau tidak, itu hanya pihak manajemen yang dapat menentukannya. Namun, saya percaya beberapa pemain akan kami coba dapatkan untuk menambah kualitas pemain-pemain yang sudah tersedia,” ujarnya.
Karim Rossi memang jadi sosok pemain yang masih belum mampu menjawab ekspektasi. Sebab, sebagai striker asing, dia tak kunjung memberikan kontribusi terbaiknya untuk menjadi mesin gol di lini depan.
Situasi ini memang mempengaruhi catatan produktivitas gol tim asal Kota Bengawan itu yang amat sangat memprihatinkan. Sebab, sepanjang putaran pertama ini, mereka hanya bisa mencetak 11 gol.
Baca Juga: Mengenal Jordy Tutuarima, Bek Keturunan Indonesia-Belanda
Jumlah ini sangat memalukan karena membuat Laskar Sambernyawa berstatus sebagai tim paling sedikit mencetak gol. Jumlah ini setara dengan kompetitornya asal Jawa Tengah, PSIS Semarang, yang meraih nominal serupa.
Rekor ini bahkan membuat Persis tak lebih baik dari dua tim yang berada di bawahnya. Semen Padang yang duduk di peringkat ke-17, misalnya, bisa mencetak 12 gol, sedangkan Madura United yang jadi juru kunci sanggup menghasilkan 15 gol.
Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News