Milomir Seslija Memilih Hasil Buruk

Ketidakpuasan ini membuat Milo mengeluarkan pernyataan berani. Ia secara terang-terangan mengaku lebih memilih hasil buruk asalkan dipimpin oleh wasit asing yang dianggapnya lebih objektif.
“Bahkan jika saya harus kalah 5-0 sekalipun, saya lebih memilih dipimpin oleh wasit asing di setiap pertandingan,” tegasnya dengan nada kecewa.
Sepanjang pertandingan yang berlangsung dalam suhu 27 °C dan guyuran hujan tersebut, Persis Solo sebenarnya memegang kendali permainan. Terutama pada babak kedua, Milo memasukkan tenaga baru seperti Yabes Roni dan Arkhan Kaka untuk terus menggempur pertahanan “Pesut Etam”.
Data pertandingan menunjukkan Borneo FC bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tendangan ke gawang Vukasin Vranes selepas turun minum. Namun, efektivitas lawan menjadi pembeda. Gol tunggal Mariano Ezequiel Peralta Bauer pada menit ke-15 tetap menjadi satu-satunya gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Kecewa Gagal Cetak Gol, Kodai Tanaka: Kami Sangat Menyesal
Milo mengakui timnya membuat satu kesalahan fatal yang mengakibatkan gol tersebut. Namun, ia merasa perjuangan pemain mudanya di lapangan tidak mendapat perlindungan yang cukup dari pengadil lapangan, sehingga ia mendesak penggunaan wasit asing demi peningkatan kualitas kompetisi.
Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News

