
SAMBERNYAWA.COM — Dalam buku The Outsider: A History of the Goalkeeper karya Jonathan Wilson, penjaga gawang digambarkan sebagai sebuah paradoks. Menggunakan seragam dengan warna berbeda tidak menjadikannya istimewa. Padahal, kiper kerap menjadi penentu apakah sebuah tim meraih tiga poin, satu poin, atau justru nirpoin dalam sebuah laga.
Itulah yang terjadi di Persis Solo. Menjadi tim dengan jumlah kebobolan tertinggi kedua di liga, yakni 38 gol—hanya terpaut satu gol dari PSBS Biak dengan 39 gol—dua kiper Persis Solo, Muhammad Riyandi dan Gianluca Pandeynuwu, menjadi sosok yang cukup terpojok.
Baca Juga: Profil Vukasin Vranes: Kiper Asing Pertama dalam Sejarah Persis Solo
Manajemen Persis Solo kemudian mengambil langkah dengan mendatangkan kiper asal Serbia, Vukasin Vranes. Berstatus sebagai kiper asing pertama Persis Solo sepanjang sejarah, kehadiran eks penjaga gawang FK FAP Priboj itu diharapkan menjadi solusi untuk menekan jumlah kebobolan Persis Solo pada sisa 17 laga musim ini.
Lantas, apakah Muhammad Riyandi dan Gianluca Pandeynuwu memang menjadi dua sosok yang paling bertanggung jawab atas tingginya jumlah kebobolan Persis Solo?
Statistik Kiper Persis Solo
Berdasarkan statistik yang dirilis oleh I League selaku operator liga, Riyandi menjadi kiper utama dengan 14 kali penampilan, sedangkan Gianluca Pandeynuwu sebagai deputi tampil sebanyak tiga kali.
Dalam jumlah penampilan tersebut, Riyandi kebobolan 31 gol, sementara Gianluca kemasukan tujuh gol. Dari dua nama tersebut, hanya Riyandi yang mencatatkan nirbobol musim ini, yakni saat menghadapi Bali United.

