Saga Transfer Tak Berujung Persis Solo dan Perjudian Manajemen

Pola Bongkar Pasang Pemain Asing Persis Solo Sejak Promosi

Bagi yang mengikuti perjalanan Persis Solo sejak promosi ke kasta tertinggi, pola transfer semacam ini seharusnya bukan hal yang asing, terutama terkait pemain asing.

Saat promosi pada musim 2022/2023, Persis Solo mendatangkan sejumlah pemain asing, mulai dari Jaime Xavier, Aaron Evans, Gerard Artigas, Ryo Matsumura, hingga Alexis Messidoro. Mereka juga diperkuat pemain lokal seperti Taufiq Febriyanto, Gianluca Pandeynuwu, Kevin Gomes, hingga M. Kanu.

Pada musim tersebut, mayoritas pemain yang didatangkan terbilang tepat guna. Kecuali Gerard Artigas yang dilepas usai Piala Presiden dan Aaron Evans yang kerap dikritik karena inkonsistensi, para pemain anyar masih menunjukkan kontribusi positif. Hasilnya, tim asuhan Leo Medina mampu finis di posisi ke-10 klasemen akhir.

Memasuki musim 2023/2024, Persis Solo kehilangan Ryo Matsumura yang hengkang ke Persija Jakarta. Untuk mengisi slot Asia, Persis mendatangkan Diego Bardanca, disusul Moussa Sidibe, Roni, dan Fernando Rodriguez. Paruh musim menjadi fase yang sulit bagi Persis Solo.

Duet Fernando Rodriguez dan Roni di lini depan tak berjalan efektif. Keduanya kesulitan mencetak gol maupun membantu transisi saat tim kehilangan bola. Moussa Sidibe juga kerap dikritik karena terlalu banyak melakukan atraksi ketimbang memberi kontribusi nyata.

Di lini belakang, Diego Bardanca lebih banyak berkutat dengan cedera pinggul kambuhan. Jaime Xavier yang berduet dengan Rian Miziar pun belum mampu memberikan perlindungan maksimal bagi Riyandi. Hanya Alexis Messidoro yang tampil konsisten dengan kerja kerasnya di setiap laga.

Pada paruh musim, Persis Solo mendatangkan Sho Yamamoto dan melepas Fernando Rodriguez. Milomir Seslija masuk sebagai pelatih dan mengubah permainan menjadi lebih direct. Poros permainan berada pada Moussa Sidibe yang tampil impresif dengan sembilan gol dan lima assist, sekaligus menyelamatkan Persis di akhir musim. Kehadiran Sho Yamamoto dan Messidoro membuat Persis berbahaya dalam transisi maupun saat menekan lawan.

Leave a comment