2. Perombakan Skuad Persis Solo
Dari segi kekuatan, Persis Solo memang akan datang dengan wajah yang baru dibandingkan saat berjumpa PSIM Yogyakarta pada duel terakhir mereka pada laga putaran pertama BRI Super League 2025/2026.
Sebab, semua pemain asing lamanya kini telah terdepak. Persis Solo tercatat mendatangkan sembilan pemain asing baru di bursa transfer. Itu belum termasuk lima amunisi lokal yang didaratkan untuk meningkatkan kekuatan.
Pergerakan transfer semacam ini memang terhitung sangat masif. Namun, di sisi lainnya, anak asuh Milomir Seslija menghadapi tantangan adaptasi karena semua pemain asingnya baru pertama kali berkarier di Indonesia.
3. Minim Perubahan
Di kubu seberang, PSIM Yogyakarta malah memperlihatkan pergerakan transfer yang sangat minim pada paruh musim ini. Laskar Mataram tak banyak melakukan penambahan pemain di bursa perpindahan pemain.
Tercatat hanya ada satu nama saja yang direkrut Laskar Mataram, yakni Jop van der Avert. Bek tengah kelahiran Belanda itu sebelumnya bermain di kasta kedua Liga Korea Selatan bersama Cheongju FC.
Sementara itu, ada empat pemain PSIM Yogyakarta yang telah angkat kaki. Mereka adalah Diandra Diaz, Ikhsan Chan, Kasim Botan, serta penyerang asing asal Brasil, Rafael Rodrigues alias Rafinha.
4. Tren Negatif di Putaran Kedua
Satu-satunya catatan yang menyetarakan nasib PSIM Yogyakarta dan Persis Solo menjelang pertemuan kali ini adalah rekor pertandingannya pada awal putaran kedua. Sebab, keduanya sama-sama menelan pil pahit.
Baca Juga: Saga Transfer Tak Berujung Persis Solo dan Perjudian Manajemen
PSIM Yogyakarta, misalnya, baru saja dihajar dua tim elite, yakni Persebaya Surabaya (0-3) dan Borneo FC (1-2). Ini menjadi kali pertama bagi Laskar Mataram meraih dua kekalahan beruntun sejak promosi di kasta tertinggi.
Sementara itu, Laskar Sambernyawa juga harus mengalami nasib nahas ketika berjumpa dua tim papan atas, Borneo FC (0-1) dan Persib Bandung (0-1). Hasil inilah yang menyeret mereka ke dasar klasemen.
Lihat galeri foto eksklusif di Instagram [@SambernyawaCom]

