Persis Solo Takluk dari Borneo FC, Milomir Seslija: Ini Game Terbaik Kami, Tapi…

Persis Solo Takluk dari Borneo FC, Milomir Seslija: Ini Game Terbaik Kami, Tapi…
Aksi bek tengah Persis Solo, Dusan Mijic, saat melepaskan tembakan yang sempat menggetarkan jala gawang Nadeo Argawinata di Stadion Manahan, Solo, Jumat (23/1/2026). Gol ini kemudian dianulir oleh wasit melalui pengecekan VAR. (c) Sambernyawacom/Okta Riska

SAMBERNYAWA.COM – Persis Solo harus mengawali putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan hasil kurang menyenangkan. Bermain di hadapan 3.510 penonton di Stadion Manahan, Laskar Sambernyawa takluk 0-1 dari Borneo FC Samarinda, Jumat (23/1/2026) sore.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi meski diguyur hujan dengan suhu sekitar 27°C. Persis sebenarnya sempat mencetak gol lewat Dusan Mijic yang menjebol gawang Nadeo Argawinata. Namun, wasit Eko Saputra menganulir gol tersebut setelah pengecekan VAR menunjukkan posisi offside.

Baca Juga: Beberapa Pemain Asing Persis Solo Sudah Tak Terlihat di Sesi Latihan, Milomir Seslija Angkat Bicara

Borneo FC justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu. Pada menit ke-15, Mariano Ezequiel Peralta Bauer sukses memanfaatkan umpan terobosan untuk menaklukkan pertahanan Persis dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Persis Solo Dominan, Finishing Jadi Masalah

Memasuki babak kedua, Persis Solo tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya laga. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Pesut Etam. Namun, penampilan gemilang Nadeo Argawinata di bawah mistar membuat sejumlah peluang dari Miroslav Maricic hingga Yabes Roni gagal berbuah gol.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, mengaku kecewa dengan hasil akhir meski menilai timnya menunjukkan progres permainan yang positif.

“Sangat menyedihkan kalah seperti ini. Mereka hanya punya satu-dua peluang dan mencetak gol, sementara kami punya lebih banyak peluang. Secara objektif, ini permainan terbaik kami musim ini. Di babak kedua mereka tidak punya peluang sama sekali,” ujar Milo.

Milo menyoroti kurang tajamnya lini depan serta minimnya keberanian pemain melakukan penetrasi di dalam kotak penalti.

“Masalah kami tidak cukup banyak pemain di dalam kotak penalti. Di latihan kami melakukannya dengan baik, tapi di pertandingan pemain seperti takut melakukan duel satu lawan satu,” tegasnya.

Leave a comment