
SAMBERNYAWA.COM – Duel melawan Semen Padang pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar penutup putaran pertama bagi Persis Solo. Laga di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB, menjelma sebagai ujian mental sekaligus momen penentuan arah kebangkitan Laskar Sambernyawa di paruh musim berikutnya.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menyadari betul bahwa duel ini menyimpan tantangan besar. Bermain di kandang Kabau Sirah berarti menghadapi tim yang kerap menjadikan dukungan publik sendiri sebagai senjata utama. Fakta bahwa Semen Padang mampu menaklukkan Persija Jakarta di Padang menjadi peringatan keras bagi Laskar Sambernyawa.
Baca Juga: Persis Solo di Ujung Tanduk, Kaesang Pangarep Siap Penuhi 5 Tuntutan Suporter
“Besok kami akan menghadapi tim yang berbahaya ketika bermain di kandangnya sendiri. Mereka telah mengalahkan Persija saat bermain home,” ujar Milomir Seslija dalam konferensi pers, Sabtu (10/11/2026) malam.
Namun, di balik kewaspadaan itu, Milo melihat laga ini sebagai kesempatan untuk mengakhiri fase gelap yang membelenggu timnya. Persis Solo tengah terpuruk dalam tren tanpa kemenangan sepanjang 15 pertandingan terakhir. Ini jadi rekor terburuk di antara seluruh peserta liga musim ini. Situasi tersebut bukan hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga menggerus kepercayaan diri pemain.
“Namun, apabila kami bisa memenangkan laga ini, kami bisa memulihkan keyakinan para pemain. Kami akan bisa mengembalikan kepercayaan diri kami. Reputasi para pemain juga bisa kembali pulih,” imbuhnya.

