
SAMBERNYAWA.COM – Persis Solo bakal menghadapi tantangan yang tak mudah untuk mencuri hasil positif dari PSIM Yogyakarta dalam duel bertajuk Derby Mataram pada pekan ke-20 kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Pasalnya, dari segi performa, Persis Solo terhitung tak sementereng PSIM Yogyakarta saat berjumpa dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (6/2/2026) pukul 15.30 sore WIB itu.
Baca Juga: Hadapi Derby Mataram, Milomir Seslija Pastikan Ambisi Persis Membara demi Raih Hasil Positif
Dari segi posisi di klasemen, Laskar Mataram memang lebih mentereng karena mereka berada di peringkat ke-7 dengan koleksi 30 poin. Sementara itu, Laskar Sambernyawa yang baru mendapat 10 poin harus berada di dasar klasemen.
Milomir Seslija akan menghadapi sederet tantangan untuk membawa anak asuhnya meraih poin di markas PSIM. Namun, di saat yang bersamaan, Laskar Mataram juga memperlihatkan pergerakan yang kurang bergairah di bursa transfer.
1. Duel Pelatih Persis Solo vs PSIM Berbeda
Pertandingan Derby Mataram ini bakal mempertemukan pelatih yang berbeda dari kedua kubu. Ini bakal menjadi pertemuan perdana bagi Milomir Seslija sebagai nakhoda Persis dan Jean-Paul van Gastel sebagai arsitek PSIM.
Sebab, pada putaran pertama, Laskar Sambernyawa ketika itu masih diasuh oleh juru taktik asal Belanda, Peter de Roo. Dengan kata lain, saat itu Derby Mataram menjadi ajang adu strategi bagi sesama pelatih asal Negeri Kincir Angin.
Namun, kini Laskar Sambernyawa telah mempercayakan kursi pelatih kepada Milo. Juru taktik asal Bosnia-Herzegovina itu sejauh ini baru mempersembahkan satu kemenangan, sedangkan lima laga lainnya tumbang.
Rekor Kandang Impresif.
PSIM Yogyakarta memang bukan tim yang tak terkalahkan ketika bermain di kandang sendiri. Akan tetapi, skuad asuhan Jean-Paul van Gastel itu memiliki catatan yang mengesankan saat tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Sejauh ini, PSIM sudah bermain sebanyak sembilan kali di Stadion Sultan Agung. Hasilnya, Laskar Mataram hanya merasakan dua kekalahan saja. Itu pun didapat saat menghadapi dua tim elite di BRI Super League.
Yang pertama, mereka kalah dari Borneo FC (1-3), lalu tumbang dari Persebaya Surabaya (0-3). Sementara itu, empat laga lainnya berakhir dengan kemenangan, sedangkan tiga sisanya berujung dengan hasil seri.

