
SAMBERNYAWA.COM – Duel melawan Semen Padang pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar penutup putaran pertama bagi Persis Solo. Laga di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB, menjelma sebagai ujian mental sekaligus momen penentuan arah kebangkitan Laskar Sambernyawa di paruh musim berikutnya.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menyadari betul bahwa duel ini menyimpan tantangan besar. Bermain di kandang Kabau Sirah berarti menghadapi tim yang kerap menjadikan dukungan publik sendiri sebagai senjata utama. Fakta bahwa Semen Padang mampu menaklukkan Persija Jakarta di Padang menjadi peringatan keras bagi Laskar Sambernyawa.
Baca Juga: Persis Solo di Ujung Tanduk, Kaesang Pangarep Siap Penuhi 5 Tuntutan Suporter
“Besok kami akan menghadapi tim yang berbahaya ketika bermain di kandangnya sendiri. Mereka telah mengalahkan Persija saat bermain home,” ujar Milomir Seslija dalam konferensi pers, Sabtu (10/11/2026) malam.
Namun, di balik kewaspadaan itu, Milo melihat laga ini sebagai kesempatan untuk mengakhiri fase gelap yang membelenggu timnya. Persis Solo tengah terpuruk dalam tren tanpa kemenangan sepanjang 15 pertandingan terakhir. Ini jadi rekor terburuk di antara seluruh peserta liga musim ini. Situasi tersebut bukan hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga menggerus kepercayaan diri pemain.
“Namun, apabila kami bisa memenangkan laga ini, kami bisa memulihkan keyakinan para pemain. Kami akan bisa mengembalikan kepercayaan diri kami. Reputasi para pemain juga bisa kembali pulih,” imbuhnya.
Kemenangan atas Semen Padang akan Menjadi Pemantik Awal
Bagi pelatih berusia 61 thun itu, kemenangan di Padang akan menjadi pemantik awal, bukan solusi instan. Ia menegaskan, pembenahan Persis tidak bisa disederhanakan hanya dengan satu hasil positif. Aspek mental, psikologis, dan komitmen kolektif tetap menjadi fondasi utama yang harus dibangun ulang.
“Meskipun demikian, kemenangan saja tidak akan menyelesaikan semua masalah. Jika ingin menang, maka pemain harus memberikan seluruh kemampuan terbaiknya di lapangan,” ujar pelatih berusia 61 tahun itu.
“Dari segi psikologis, kami harus bisa percaya satu sama lain, memberikan yang maksimal. Dari aspek mental, kami harus bisa memperbaikinya untuk menampilkan permainan yang bagus dan mendapatkan kepercayaan diri kembali,” lanjut dia.
Pemain Persis Solo Datang dengan Kesiapan Penuh
Di sisi lain, optimisme juga disuarakan dari ruang ganti pemain. Irfan Jauhari menegaskan bahwa Persis datang ke Padang dengan kesiapan penuh dan tekad untuk membawa pulang tiga poin, terlepas dari tekanan atmosfer kandang lawan.
“Kita sudah mempersiapkan untuk menghadapi Semen Padang dengan semaksimal mungkin. Saya dan teman-teman akan bekerja keras untuk mendapatkan tiga poin di pertandingan besok. Karena kemenangan besok sangat penting untuk tim,” kata dia.
Baca Juga: Persis Solo Bawa 19 Pemain untuk Buru Kemenangan di Markas Semen Padang, Tiga Pemain Asing Absen
Meski demikian, ambisi tersebut masih dibayangi pekerjaan rumah besar di lini belakang. Persis Solo telah kebobolan 36 gol dari 16 pertandingan, menjadikannya pertahanan terburuk kedua di liga musim ini.
Capaian itu terlihat nyata dalam lima pertandingan terakhirnya. Sebab, gawang Laskar Sambernyawa sudah jebol 14 kali, termasuk kekalahan telak dari Dewa United (1-5) dan PSM Makassar (3-4).
Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News