
SAMBERNYAWA.COM – Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, masih memiliki keyakinan kuat apabila anak asuhnya bisa segera keluar dari situasi buruk ini demi berjuang lolos dari ancaman degradasi BRI Super League 2025/2026.
Debut yang dijalani Milomir Seslija sebagai nakhoda anyar Persis Solo memang jauh dari kata memuaskan, terutama setelah mengalami kekalahan telak dengan skor 1-5 dari Dewa United pada pertandingan pekan ke-15.
Baca Juga: Persis Solo Dihajar Dewa United, Milomir Seslija Beberkan Kesalahan Anak Asuhnya
Menurut juru taktik yang akrab disapa Milo itu, Laskar Sambernyawa masih memiliki peluang untuk lolos dari degradasi. Sebab, kata pelatih berusia 62 tahun itu, perjalanan kompetisi musim ini masih sangat panjang.
Sampai sekarang, Persis telah melewati 14 laga di putaran pertama. Artinya, masih ada 20 laga lainnya yang perlu diperjuangkan.
“Sebelum saya datang, Persis juga masih mengalami kekalahan. Itulah sebabnya mereka mengganti pelatih kepala. Namun, saya masih tetap memiliki keyakinan,” ujar Milomir Seslija saat menjawab pertanyaan reporter SAMBERNYAWA.COM.
“Sebab, masih ada 20 pertandingan yang tersaji di depan mata. Dan saya percaya bahwa kami bisa melakukannya. Karena, ada banyak sekali poin yang bisa didapatkan dari pertandingan-pertandingan itu,” tambahnya.
Juru taktik berpaspor Bosnia-Herzegovina itu memang tak menampik jika perjuangan anak asuhnya bakal berat. Namun, dia menegaskan bahwa musim depan Persis Solo akan tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi.
“Masih ada tiga laga di putaran pertama, lalu 17 laga lainnya di putaran kedua. Saya tahu, perjuangan ini akan sangat berat. Namun, saya memastikan bahwa Persis Solo akan tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi ini,” ujar dia.
Pemain Persis Solo Tegaskan Kepercayaan pada Milomir Seslija
Tidak hanya Milo, keyakinan yang sama juga dimiliki oleh pemain Persis Solo, Sutanto Tan. Gelandang berusia 31 tahun itu berharap para pemain bisa memiliki keyakinan yang sama seperti pelatihnya.
“Saya rasa tidak ada alasan ketika pelatih sudah percaya itu (membawa Persis lolos dari degradasi). Maka, semua pemain juga harus percaya,” kata pemain kelahiran Pekanbaru, 4 Mei 1994 tersebut.
Kekalahan besar dari Dewa United kian menegaskan posisi Persis Solo sebagai tim dengan performa paling mengecewakan di BRI Super League 2025/2026. Laskar Sambernyawa tercatat sebagai kontestan dengan jumlah kemenangan paling minim di kasta tertinggi.
Persis bahkan menjadi satu-satunya tim yang baru sekali meraih kemenangan sepanjang musim ini. Rentetan hasil negatif tersebut berujung pada catatan tanpa kemenangan yang kini telah mencapai 13 pertandingan secara beruntun.
Satu-satunya momen manis itu terjadi pada pekan pembuka, ketika Sho Yamamoto dan rekan-rekannya sukses membawa pulang tiga poin dari kandang Madura United lewat kemenangan 2-1. Namun setelah laga tersebut, Persis tak lagi mampu mencicipi kemenangan.
Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News