
SAMBERNYAWA.COM – Tiga pemain asing Persis Solo mencatatkan debut saat menghadapi Borneo FC di Stadion Manahan. Meski kalah 0-1, performa Vukasin Vranes, Dusan Mijic, dan Miroslav Maricic tetap menunjukkan potensi yang menjanjikan.
Dusan Mijic sempat mencetak gol yang dianulir wasit, sementara Miroslav Maricic tampil cukup menjanjikan lewat distribusi bola dan visi bermainnya. Meski demikian, menilai kontribusi ketiganya secara menyeluruh tentu masih terlalu dini.
Baca Juga: Persis Solo Masa Transisi, Milomir Seslija Minta Suporter Tetap Bersabar
Di sisi lain, konsistensi permainan Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka kembali menjadi sorotan. Dua pemain asal Jepang ini tampil dengan etos kerja tinggi sepanjang laga, aktif menekan lawan dan bergerak tanpa bola untuk membuka ruang.
Kontribusi Sho Yamamoto pada paruh musim ini terasa krusial bagi Persis Solo. Ia menjadi pemain asing terlama yang masih bertahan di skuad Laskar Sambernyawa. Saat pemain asing lain silih berganti, Yamamoto memilih tetap setia meski sempat mendapat tawaran dari klub rival.
Meski beberapa kali absen akibat kartu merah, peran Sho Yamamoto tidak tergantikan. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu menjadi penghubung antar lini, rajin menutup ruang saat transisi, serta aktif membangun serangan dari lini kedua.
Saat menghadapi Borneo FC, Sho Yamamoto kembali menunjukkan kelasnya. Ia kerap muncul di ruang-ruang sempit, melakukan akselerasi cepat, dan mengambil keputusan tepat, baik lewat umpan terukur maupun penyelesaian langsung.
Dampak Besar Untuk Persis Solo
Kodai Tanaka juga memberikan dampak besar di lini depan Persis Solo. Ia tak ragu terlibat duel, baik dalam perebutan bola udara maupun adu kecepatan. Pressing intens yang dilakukannya beberapa kali membuat Borneo FC kesulitan membangun serangan.
Pada menit-menit akhir pertandingan, intensitas permainan Tanaka semakin meningkat. Ambisinya untuk membawa Persis Solo setidaknya meraih satu poin terlihat jelas. Upaya tersebut bukan kali pertama ia lakukan sepanjang musim ini.
Total tujuh gol yang telah ia cetak menjadi bukti kontribusi nyata Kodai Tanaka. Ekspresi frustrasi seusai kekalahan dari Persebaya Surabaya mencerminkan mentalitas kompetitif sang pemain, meski ia baru bergabung pada awal musim.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, sebelumnya menyebut timnya tengah berada dalam masa transisi. Dalam kondisi tersebut, membangun permainan di sekitar Kodai Tanaka atau Sho Yamamoto menjadi opsi yang realistis.
“Kami sedang berada dalam masa transisi yang sulit. Kami harus mencampur pemain berpengalaman dengan pemain muda agar mereka bisa berkembang,” ujar Milo.
Seperti tim-tim besar di NBA atau NFL yang membangun kekuatan di sekitar pemain kunci, Persis Solo bisa menjadikan Sho Yamamoto atau Kodai Tanaka sebagai poros permainan. Strategi ini diyakini mampu menjaga stabilitas tim hingga akhir musim Liga 1. Mumpung, Persis Solo sedang dalam fase transisi di paruh musim. Belum terlambat untuk selamat tapi perlu langkah yang tepat.
Baca Juga: Cari Striker Ganas, Persis Solo Beri Sinyal Tambah Pemain di Bursa Transfer?
Keinginan Milo mencari striker yang kuat dalam duel juga sejalan dengan rencana mengembalikan Kodai Tanaka ke posisi aslinya sebagai second striker. Sementara itu, kehadiran Miroslav Maricic memberi ruang lebih bagi Sho Yamamoto untuk aktif membantu serangan.
“Yang terpenting, mereka memiliki kualitas yang kami butuhkan dan bisa segera membantu tim,” tegas Milo.
Lihat galeri foto eksklusif di Instagram [@SambernyawaCom]