
SAMBERNYAWA.COM – Di tengah kesibukan sehari-hari sebagai pesepak bola, para pemain Persis Solo ternyata menjalankan aktivitas studinya di Universitas Surakarta (UNSA). Aktivitas rutin bersama klub tak menghalangi mereka melanjutkan perjuangan menempuh pendidikan.
Gelandang Persis Solo, Zanadin Fariz, misalnya, mengakui bisa menjalankan dua aktivitas tersebut secara bersamaan. Sebab, kata pemain yang akrab disapa Ucil itu, ada banyak rekan-rekannya yang juga berprofesi sebagai atlet yang menempuh studi di UNSA.
Baca Juga: Persis Solo Akhirnya Lolos Club Licensing 2024/2025
“Saya senang sekali kuliah di UNSA. Karena, di UNSA, saya bisa berkuliah sembari bermain sepak bola. Di sini juga ada banyak sekali pesepak bola yang kuliah. Untuk kalian yang ingin kuliah di UNSA, ayo daftarkan diri kalian. UNSA jaya dan juara, Sakjose!” ujar Zanadin.
Kiper Persis Solo Muhammad Riyandi
Sementara itu, kiper Persis Solo, Muhammad Riyandi, juga merasa gembira bisa memperoleh kesempatan untuk bisa menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi dari UNSA sembari menjalankan aktivitas latihannya bersama Laskar Sambernyawa.
“Saya senang sekali bisa kuliah di Universitas Surakarta. Karena, di samping menjalankan pekerjaan saya sebagai pemain sepak bola, saya bisa juga melanjutkan pendidikan saya di bangku kuliah,” kata Ryandi
“Kenapa saya pilih kuliah di UNSA, karena saya mengenal dekat dengan Pak Rektor. Saya kenal baik. Dan ada banyak teman-teman saya yang kuliah di sana. UNSA jaya dan juara, Sakjose!” lanjut kiper Timnas Indonesia itu.
Winger Persis Solo Althaf Indie Alrizky
Hal senada juga disampaikan oleh Althaf Indie Alrizky. Winger gesit yang jadi andalan di sektor sayap Persis ini juga memperoleh kemudahan untuk bisa menjalankan aktivitasnya sebagai altet profesional sembari menimba ilmu
“Saya kuliah di UNSA, karena bisa memudahkan para atlet untuk ikut serta dalam mengambil jurusan-jurusan seperti Hukum, Manajemen, dan sebagainya. Kita juga bisa kuliah dengan mudah dan fleksibel,” ujar Althaf.
“Selain itu, selain menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai pesepak bola, saya juga bisa mengambil pendidikan di Universitas Surakarta ini. UNSA jaya dan juara, Sakjose!” lanjut pemain asal Bekasi itu.
Kiper Persis Solo Gianluca Pandeynuwu
Adapun penjaga gawang Persis, Gianluca Pandeynuwu, memilih untuk mengambil Program Studi Ilmu Manajemen di UNSA. Bagi Gian, atlet sudah selayaknya memiliki bekal pendidikan untuk modal di masa depan.
“Saya sangat senang bisa kuliah di UNSA. Sebab, UNSA sangat men-support atlet-atlet seperti saya untuk kuliah di sana. Saya mengambil jurusan manajemen karena pendidikan sangat penting seperti atlet seperti saya,” ujar Gian.
Pemain Senior Persis Solo Rian Miziar
Sedangkan pemain senior Persis, Rian Miziar, juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai seorang atlet. Rian juga memilih Ilmu Manajemen, agar bisa mendapatkan pengetahuan untuk mengelola kehidupan.
“Saya sangat gembira kuliah di UNSA. Karena, selain bisa melanjutkan pendidikan, saya juga bisa melanjutkan pekerjaan saya di profesi sepak bola. Saya di sini mengambil jurusan Ilmu Manajemen,” kata Rian.
“Karena, ada banyak hal yang setelah selesai di sepak bola, kita harus bisa me-manajemen-kan kehidupan. UNSA jaya dan juara, Sakjose!” lanjut pemain berusia 34 tahun tersebut.
Rektor UNSA Merasa Bangga
Sementara itu, Rektor Universitas Surakarta, Arya Surendra, merasa bangga karena UNSA dipercaya para penggawa Laskar Sambernyawa untuk menuntut ilmu. Dia mengapresiasi atlet yang memiliki kesadaran untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.
“Sebagai Rektor UNSA, saya sangat bangga dan mengapresiasi kepercayaan para pemain Persis Solo yang memilih melanjutkan pendidikan di kampus kami. Harapan kami adalah para atlet ini tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga berkembang secara intelektual dan karakter,” kata Arya Surendra.
“Kami ingin mencetak atlet yang cerdas, berwawasan luas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat—baik sebagai pemain profesional maupun sebagai pribadi yang berkontribusi di luar dunia olahraga,” lanjut dia.
Menurut Rio, pendidikan tinggi sangat dibutuhkan oleh atlet untuk menunjang profesi mereka. Dengan ilmu pengetahuan yang telah dikantongi selama kuliah, ini bisa memperkaya mereka untuk menjadi atlet yang berkarakter.
“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi akan memberikan bekal penting bagi masa depan mereka, termasuk setelah karier di dunia sepak bola selesai. Dengan kombinasi disiplin olahraga dan ilmu pengetahuan, mereka bisa menjadi panutan yang berdampak di bidang mereka masing-masing,” ujar dia.
Selain itu, ia juga menekankan soal kemudahan yang diberikan pihak kampus bagi mahasiswanya yang masih aktif meniti karier di dunia profesional, terutama para penggawa Persis Solo.
Baca Juga: Kolaborasi Besar! Persis Solo dan Wali Kota Bahas Markas Latihan Jangka Panjang
Karena kesibukan para atlet dalam menjalani jadwal yang padat, baik itu berlatih sehari-hari maupun menjalani agenda pertandingan, UNSA memberikan kelonggaran waktu bagi pemain sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan setiap individu.
“Karena itu, UNSA memberikan sejumlah kebijakan kelonggaran akademik yang tetap menjaga kualitas pendidikan namun adaptif terhadap kebutuhan mereka,” kata lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Askot PSSI Solo serta anggota Exco PSSI Jawa Tengah itu.
Kebijakan Kelonggaran UNSA untuk Atlet
“Beberapa bentuk kebijakan yang kami berikan antara lain:
- Jadwal Kuliah yang Fleksibel Kami memberikan opsi untuk mengikuti baik kelas pagi maupun malam, serta pembelajaran hybrid daring (online) untuk memudahkan para mahasiswa atlet menyesuaikan dengan jadwal latihan dan pertandingan.
- Toleransi Kehadiran dengan Izin Resmi
Jika ada pertandingan atau pemusatan latihan, mahasiswa atlet dapat mengajukan izin akademik yang tidak akan mengurangi hak mereka sebagai mahasiswa aktif. - Ujian Susulan dan Tugas Pengganti
Kami menyediakan mekanisme ujian susulan atau tugas alternatif bagi mahasiswa atlet yang berhalangan hadir pada jadwal reguler karena keperluan klub atau pertandingan. - Pendamping Akademik (Academic Advisor)
Mahasiswa atlet mendapatkan pendampingan khusus dari dosen pembimbing agar mereka tetap bisa mengikuti materi dengan baik meskipun memiliki mobilitas tinggi. - Beasiswa dan Insentif Khusus Atlet
UNSA juga memberikan apresiasi dalam bentuk beasiswa prestasi atau insentif tertentu bagi mahasiswa atlet yang berkontribusi positif di bidang olahraga.
Dengan semua dukungan ini, kami ingin memastikan bahwa para mahasiswa atlet ini tetap bisa sukses di dua arena: lapangan sepak bola dan dunia akademik,” Tutup Rio. (**)
Baca berita Sambernyawa.com lainnya di Google News