Ini Cerita Derby Jateng Dari Mantan Pemain PERSIS dan PSIS

Pemain-pemain legendaris seperti Agung Setyobudi, I Komang Putra, hingga Widyantoro pernah berkostum PSIS Semarang maupun Persis Solo dalam kurun waktu yang berbeda. Mereka menjadi andalan bagi kedua klub yang punya sebutan Derby Jawa Tengah (Jateng) ketika bertemu dalam sebuah pertandingan.

Dan beberapa tahun terakhir tercatat banyak pemain yang sempat berkarir di dua klub ini, adalah Ghony Yanuar, Sendri Johansyah, Eli Nasoka, Bayu Nugroho, Dedi Cahyono, Andrid Wibowo, hingga Johan Yoga. Pemain-pemain ini tentu sudah merasakan bagaimana panasnya laga bertajuk Derby Jateng.

Dan satu nama lagi yang mungkin masih diingat publik sepakbola Jawa Tengah adalah Robby Fajar. Dia kini sudah pensiun, namun beberapa tahun lalu dirinya berseragam Persis Solo lalu sempat menyeberang ke PSIS Semarang.

Bagi Robby yang pernah merasakan bagaimana ketika Persis dan PSIS bertemu, tensi pertandingan pasti memanas. Kedua tim akan berjuang untuk saling mengalahkan.

“Saya asli wong Solo merasa senang dan bangga pernah menjadi bagian dari dua tim besar yg ada di Jawa Tengah tersebut. Mungkin itu yang saya rasa,” terang Robby.

Robby memulai karir di PSJS Jakarta Selatan di musim 2009, lalu diminta pulang kampung untuk bergabung dengan Persis Solo di kompetisi Divisi Utama 2010. Saat Persis Solo dualisme, Robby memutuskan gabung dengan Persis Solo versi LPIS, dan terjun di kompetisi Divisi Utama versi LPIS musim 2011/2012. Pada musim 2013, Robby memutuskan gabung ke PSIS Semarang. Hanya semusim, dia memutuskan gabung dengan Persis Solo kembali, yang terjun di kompetisi Divisi Utama 2014.

Musim 2015 dia gabung dengan PPSM Magelang, sayang kompetisi Divisi Utama batal digelar karena PSSI dibekukan Menpora saat itu. Walau begitu di PPSM, Robby sempat terjun di ajang Piala Kemerdekaan 2015. Tahun 2016, Robby kembali balik gabung Persis lagi berlaga di ajang ISC-B 2016.

Robby mengakui selama sempat menjalani derby Jateng, banyak hal menarik yang sempat dirasakannya. “Kalau soal disoraki itu sudah hal yang biasa, tetapi yang namanya pemain profesional mau di tim Persis atau PSIS ya harus bermain allout. Disamping itu yang namanya rivalitas hanya 90 menit, diluar itu ya tetap seduluran,” tuturnya.

Dia mengakui tak ada kejadian yang besar yang sempat terjadi dalam sebuah Derby Jateng yang diikutinya. “Mungkin kalau untuk kejadian yang susah dilupakan itu tidak ada, tapi semua tetap berkesan. Derby Jateng, Jateng Gayeng Jateng Sakjose,” paparnya.

Derby Jateng tahun ini akan tersaji di Stadion Manahan, Selasa (21/6) mendatang. Dimana PSIS dan Persis akan bertemu di babak penyisihan grup A Piala Presiden 2022.

“Mengenai peluang untuk Persis Solo, menurut saya tim ini memiliki pemain yang baik dan berkualitas. Di sisi lain Persis kemarin juga menjuarai Liga 2 jadi kualitas pemainnya bagus. Tetapi PSIS Semarang juga memiliki materi pemain yang lebih unggul dan matang menurut saya dalam menghadapi Piala Presiden ini,” ucap Robby.

Persis punya peluang bagus untuk menang karena akan main di kandang sendiri, namun PSIS punya catatan bagus di Piala Presiden. Jika Persis baru main sekali dan itu pun seri dari PSS Sleman 0-0, PSIS ternyata sudah menabung empat poin dari dua laga yang dijalaninya. Yakni menang telak 6-1 atas Persita Tangerang, dan ditahan seri Dewa United 2-2. Robby Fajar mengakui laga ini pasti akan sangat seru untuk dinantikan.

“Karena tim ini (PSIS) sudah lebih dulu bermain di Liga 1 selama beberapa musim, mungkin kedua tim ini akan bermain sama kuatnya. Apalagi Persis Solo yang bermain di kandang sendiri dan disaksikan oleh ribuan suporter yaitu Pasoepati, itu yang bisa menambah semangat para pemain Persis Solo dalam menjalankan pertandingan derby Jateng besok. Menurut saya Persis Solo yang menang dilihat saja pertandingan besok pasti seru. Pasti menegangkan dan sengit juga,” ujarnya.

Leave a comment

Sign Up Now

Become a member of our online community and get tickets to upcoming matches or sports events faster!