Eko Purdjianto: Kendala dan kritikan menguatkan kami

Penantian panjang Persis Solo promosi ke kasta tertinggi selama 14 tahun akhirnya tercapai Senin (27/12) yang lalu usai menang 2-1 atas Dewa United di babak semifinal Liga 2 2021. Kali ini catatan manis juara kompetisi Liga Indonesia yang terakhir kali terjadi 27 tahun yang lalu, akhirnya bisa terbalas, tadi malam (30/12). Persis akhirnya bisa mengangkat piala juara Liga 2 musim ini.

“Saya ucapkan alhamdulillah, akhirnya kita bisa menjuarai Liga 2 ini. Persiapan hampir delapan bulan, akhirnya hasilnya mulus. Kendala dan kritikan yang sempat ada menguatkan kami untuk semakin kuat, dan kami bersyukur menyudahi kompetisi ini sebagai juara,” terang Pelatih Persis Solo Eko Purdjianto.

Seperti diketahui sebelumnya, Laskar Sambernyawa akhirnya bisa menjadi juara usai mengalahkan RANS Cilegon FC dengan skor akhir 2-1 (1-0) di Stadion Pakansari Bogor. Dalam laga ini Persis cukup ngotot untuk membuat gol lebih dulu. Di menit ke-17, 18 dan 19′ Persis membuat peluang, dan hampir berbuah gol. Semua lewat sundulan. Mulai dari sundulan Arief Budiono yang masih bisa diblok kiper lawan hasil umpan tendangan corner, hingga dua sundulan Alberto “Beto” Goncalves yang masih bisa ditepis dan juga tipis di luar mulut gawang.

Namun salah satu kunci dari kemenangan malam ini, bisa dibilang adalah keputusan mencadangkan terlebih dahulu Miftahul Hamdi dan menjadikan Irfan Bachdim sebagai starter. Menit ke-39′, Bachdim sukses membuka kran gol Laskar Sambernyawa. Mendapat umpan manis Sandi Sute, Bachdim sukses melampiaskannya dengan tendangan keras yang gagal dihalau kiper RANS. 1-0 Persis unggul lebih dulu.

Babak kedua, Persis kembali beringas. Bahkan saat laga baru berjalan satu menit, lagi, lagi Bachdim sukses membuat gol. Brace kali ini diciptakan Bachdim lewat kepalanya, hasil umpan manis crossing Chrystna Bhagascara dari sisi kanan pertahanan lawan.

Menit ke-53′ RANS dapat bonus penalti. Fabiano Beltrame melakukan pelanggaran pada Rifal Lastori di kotak terlarang. Tanpa ragu, wasit Yudi Nurcahya dari Jawa barat menunjuk titik putih. Alfin Tuasalamony yang jadi algojo sukses menghidupkan peluang untuk RANS, karena tendangannya tak bisa dibaca oleh kiper Persis Harlan Suardi.

Menit ke-61 Irfan Jauhari hampir saja mencetak gol di laga ini, setelah sukses mengelabuhi satu bek dan kiper RANS, sayang tendangannya ke gawang masih bisa dihalau bek RANS Zamzani yang sudah siaga. Hingga berakhirnya laga ini, skor 2-1 tak berubah untuk membawa Persis menjadi juara Liga 2 musim ini.

“Kami senang pastinya bisa revans (setelah sempat kalah 3-4 dari RANS di babak 8 besar). Di setiap latihan kami evaluasi, dan rutin melihat video cara main mereka seperti apa. Kita pelajari kekurangan mereka, dan dalam laga kedua akhirnya kami maksimalkan kekurangan itu agar kami bisa menang,” tutupnya.

(Isnu Haryanto/ Foto: Persis Official)

Leave a comment

Sign Up Now

Become a member of our online community and get tickets to upcoming matches or sports events faster!