PERSIS Solo

Logo-Persis

PERSIS Solo

INDONESIA FOOTBAL LIGA 2

Didirikan Tahun

1923

Komisaris Utama PT Persis Solo Saestu

Sigid Haryo Wibisono

Ketua Umum

FX Hadi Rudyatmo

Penasehat

Eddy Junaidi

CEO

Michael Bimo Putranto

Wakil CEO

M Petrus Barus

Sekretaris Jendral

Langgeng Jatmiko

Bendahara Umum

Dedi M Lawe

Club History

Awal berdirinya masih bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB), yakni semacam perserikatan sepak bola yang berada di kota Solo. VVB adalah pelopor dunia sepak bola di Indonesia. Disebut pelopor dunia sepak bola karena VVB berdiri sebelum klub-klub sepak bola ada di Indonesia, bahkan sebelum adanya PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. VVB didirikan sejak tahun 1923 oleh Sastrosaksono dari Klub Mars dan R. Ng. Reksodiprojo dan Sutarman dari Klub Romeo.

Oleh bapak Soemokartiko, pada tahun 1928 nama Persis Solo atau Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo resmi dipakai untuk menggantikan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB). Persis adalah raksasa sepak bola Indonesia di masa lalu, karena Persis adalah pencetus adanya klub-klub sepak bola di Indonesia.

Persis pernah menjuarai kompetisi perserikatan sebanyak 7 kali, namun kejayaan itu hanya berlangsung hingga akhir 1940-an. Persis Solo sendiri saat ini mempunyai julukan sebagai Laskar Samber Nyawa. Home base yang dipakai adalah stadion Manahan Solo yang mempunyai kapasitas jumlah penonton sebanyak 35.000. Persis Solo juga mempunyai kelompok suporter fanatik yang diberi nama Pasoepati (Pasukan Soeporter Paling Sejati) yang telah berdiri sejak Februari tahun 2000.

Ada beberapa nama pemain legendaris sepak bola Indonesia yang pernah membela Persis selain legenda hidup Agung Setyabudi. Salah satunya adalah R. Maladi yang kini namanya digunakan sebagai nama stadion R. Maladi atau yang kerap disebut stadion Sriwedari. Persis Solo cukup lama mengalami masa-masa sulit dan jauh dari prestasi.

Prestasi terbaik terakhir adalah pada tahun 2006 lalu yang berhasil menjadi runner up kompetisi divisi I usai dikandaskan Persebaya Surabaya di babak final. Atas prestasi ini Persis Solo mendapat jatah promosi ke divisi utama pada musim kompetisi 2007-2008.

Nah, pada akhir tahun 2011 (tepatnya pada bulan Agustus), Persis Solo melakukan merger dengan tim satu kota yang sebelumnya berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia yakni Solo FC. Merger ini dilakukan untuk mempermudah langkah Persis Solo berlaga dalam liga kasta tertinggi di Indonesia, Liga Prima Indonesia.

7

Champion

Perserikatan

1935, 1936 , 1939, 1940, 1941 ,1942 ,1943