SOLO,sambernyawa.com – Vakum kompetisi selama pandemi Corona dimanfaatkan pemain Persis Solo, Tri Handoko dan Joko Susilo untuk berbagi ilmu sepak bola kepada anak-anak muda Pacitan tepatnya di Desa Punung, tempat mereka berdomisili sekarang.

Kompetisi Liga 2 musim 2020 masih terhenti sejak laga pembuka pertengahan Maret lalu, memaksa para pemain Persis Solo untuk berlatih sendiri di tempat asalnya masing-masing setelah pelatih Salahudin menghentikan kegiatan latihan tim.

Sembari berlatih secara pribadi, baik Tri maupun Joko berkesempatan berbagi ilmu kepada para pemuda di desanya. Mereka memberikan materi latihan layaknya pemain profesional seperti keseimbangan, kelenturan badan, mengontrol bola, umpan hingga taktikal sederhana.

“Wabah virus Corona memang sempat membuat pemuda-pemuda di desa saya tinggal tidak semangat. Tapi sekarang mulai ramai lagi dengan kegiatan yang kami lakukan.

Tidak hanya anak-anak dan para pemuda saja, sebagian bapak-bapak juga ikut berlatih. Untuk mencari keringat dan mengisi kesibukan saja, saat kompetisi off seperti sekarang ini,” jelas Joko, Senin (11/5).

Meskipun kegiatan itu banyak mengumpulkan orang dalam satu tempat, namun tetap mengindahkan arahan social distancing.

Kondisi wilayah domisili mereka relatif kondusif, sehingga kegiatan olahraga masih bisa dilakukan. Akan tetapi yang diperbolehkan mengikuti latihan adalah mereka yang benar-benar warga di desa Punung, Pacitan.

“Semuanya orang desa asli sini, tidak ada pendatang. Kalaupun ada, mereka tidak boleh ikut. Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut daripada anak-anak ikut kegiatan yang tidak jelas,” tutup Joko.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.