SOLO,sambernyawa.com – Pemerintah Kota menyatakan kasus virus Corona di Surakarta sebagai kejadian luar biasa (KLB), setelah dipastikan satu dari dua pasien yang positif terjangkit corona, meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Dr Moewardi, Solo, Rabu (11/3) lalu.

Hal itu disampaikan Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo setelah menggelar rapat terbatas dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah di Rumah Dinas Loji Gandrung, Jumat (13/3) malam.

“Memutuskan dan menetapkan Solo KLB virus Corona,” kata Rudy kepada awak media.

Keputusan itu disertai langkah-langkah antisipasi penyebaran virus dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah dan beberapa kegiatan yang mengundang keramaian, sampai status dicabut.

Hal itu berdampak langsung pada pertandingan Persis Solo melawan PSCS Cilacap yang akan digelar di Stadion Manahan, Minggu (15/3) besok.

Melihat hasil rapat koordinasi panpel pertandingan Persis Solo bersama pihak-pihak terkait di Mapolresta Surakarta, Jumat (13/3) malam, hampir dipastikan laga akan ditunda.

“Pada intinya Kapolres Surakarta memberikan imbauan sekaligus rekomendasi agar seluruh aktivitas kegiatan yang mengundang keramaian ditunda dulu. Termasuk pertandingan sepak bola di Manahan besok Minggu,” ungkap ketua panpel Persis Solo, Didik Daryanto.

Didik menambahkan, pihaknya sudah meminta petunjuk dari PSSI dan LIB sebagai operator kompetisi, terkait kepastian pelaksanaan pertandingan apakah tetap digelar dengan opsi tertentu atau ditunda.

“Ada opsi laga tanpa penonton. Tapi akan tetap tidak bisa terpenuhi karena tidak bisa mencegah suporter hadir di luar stadion. Kami masih menunggu jawaban sekaligus petunjuk dari PSSI dan LIB. Paling tidak besok pagi sudah ada keputusannya,” tambahnya.

Jika PSSI dan LIB benar memastikan laga hari Minggu tidak dapat digelar, maka pertandingan kedua antara Persis menjamu Persijap Jepara, Kamis (19/3) juga terancam ditunda.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.