Pasoepati dengan tegas menolak rencana manajemen Persis Solo memperkenalkan skuat musim ini di Madiun. Hal ini dinilai tak sejalan dengan semangat untuk mem-Persis Solo-kan Kota Bengawan.

Kebijakan memperkenalkan tim di Madiun terbilang aneh. Sepanjang sejarah berdirinya Laskar Sambernyawa, belum pernah terdengar tim dikenalkan di luar kota.

Bahkan dari sederet tim yang berstatus musafir, semuanya memperkenalkan skuat di kotanya sendiri. Hal inilah yang kemudian memicu kritik tajam dari suporter setia Laskar Sambernyawa.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati bersama para korwil akhirnya membuat sikap. Ada lima poin pernyataan, menganggapi kebijakan digelarnya perkenalan tim di Madiun

Berikut lima poin yang disuarakan DPP Pasoepati bersama Korwil :

  1. Menolak keras launching team di kota Madiun dan menuntut launching tetap digelar di kota Solo.
  2. DPP Pasoepati dan korwil tidak membuka tour dalam launching Persis dan celebrate game tanggal 16 Juni 2019
  3. DPP Pasoepati dan korwil Pasoepati juga tidak membuka tiket presale untuk pertandingan launching Persis Solo dan celebrate game pada tanggal 16 Juni 2019.
  4. DPP Pasoepati tidak bertanggung jawab terhadap semua hal yang terjadi pada saat perjalanaan maupun dalam pertandingan tersebut.
  5. Mendesak manajemen Persis Solo untuk duduk bersama dengan suporter menyatukan visi & misi sebelum pertandingan resmi Liga 2 bergulir.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.