Persis Solo Junior (Jr) kini tak lagi dibawah naungan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Surakarta. PT Persis Solo Saestu akhirnya membentuk tim untuk persiapan menghadapi Piala Soeratin U-17 2018.

Posisi pelatih kepala ditempati Yudi Sumarwanto. Pelatih salah satu klub internal ini akan dibantu dua mantan pemain Persis Solo, Ahmad Arif dan Dian Rompi.

Arif yang dua musim terakhir menjadi pelatih kepala Persebi Boyolali pernah dua kali membawa Persis Solo promosi. Pada kompetisi 1994/1995, ia membawa Laskar Sambernyawa jadi juara Divisi Dua dan otomatis promosi ke Divisi Satu.

Lalu pada 2005/2006, ia kembali membawa Persis Solo promosi ke Divisi Utama. Kala itu, Arif jadi pilar penting lini belakang saat membawa Persis Solo menempati posisi runner up kasta kedua.

Kemudian Dian Rompi merupakan kiper yang bermusim-musim membela Persis Solo. Terakhir dia berbaju Persis Solo pada kompetisi Divisi Utama 2014 lalu. Arif akan menjadi asisten pelatih serta Dian Rompi jadi pelatih kiper.

Sejatinya persiapan tim U-17 tak maksimal. Tim pelatih hanya punya waktu efektif untuk latihan setelah lebaran nanti. Padahal zona Jawa Tengah akan diputar pada 15 Juli mendatang.

“Kita akan mulai seleksi Jumat sore di Lapangan Kartopuran. Kita target sebelum lebaran ini seleksi sudah selesai. Jadi setelah lebaran sudah punya skuad fix dan mulai uji coba. Kita akan maksimalkan waktu yang ada,” terang Pelatih Persis JR, Yudi Sumarwanto dalam jumpa pers di Kantor Persis.

“Kita sudah ada database pemain. Ada sekitar 15 pemain yang kita undang untuk ikut seleksi. Total kebutuhan sekitar 25 pemain. Dari PT Persis Solo Saestu, kita ditargetkan untuk masuk final,” tuturnya.

Pelatih Persis Junior, Yudi Sumarwanto (dua dari kanan) bersama jajaran manajemen dan tim pelatih Persis Junior.

Pelatih Persis Junior, Yudi Sumarwanto (dua dari kanan) bersama jajaran manajemen dan tim pelatih Persis Junior.

Untuk mencari pemain bukan perkara mudah. Apalagi tim ini sudah ketinggalan bila dibanding tim tetangga, Persis Gotong Royong (GR). Tim ini sudah lama mempersiapkan tim dengan menunjuk Imam Rohmawan sebagai pelatih. Belum lagi tim-tim tetangga seperti PSIK Klaten, Persiwi Wonogiri, Persiharjo Sukoharjo atau PSISra Sragen.

Namun dari tahun ke tahun, nama besar Persis Solo tak pernah surut. Terkadang, saat Laskar Sambernyawa memulai seleksi, justru pemain-pemain klub tetangga pada hijrah. Hal itu selalu terjadi, termasuk dalam tim sebelumnya yang mendapatkan pemain dari Sukoharjo.

“Kita percaya dengan nama besar Persis Solo, ada banyak pemain yang akan ikut seleksi,” lanjut pria yang pernah menjadi tim medis Persis Solo pada Divisi Utama 2014 lalu.

Selain posisi pelatih, Persis Solo juga sudah membentuk manajemen tim Sambernyawa Muda. Posisi manajer akan kembali ditempati Abdullah Ibrahim, dibantu Agus Wibowo dan Yudi Winarno sebagai asisten manajer, Supriyanto sebagai sekretaris tim, dan Sugeng Hartono serta Eddy Budiarto menjabat bendahara tim.

Terpisah, Presiden Pasoepati Aulia Haryo memastikan anggotanya siap allout dalam mendukung Persis Junior. Hal ini pula yang selalu dilakukan setiap tahunnya. Bahkan pada Piala Soeratin 2014 lalu, Pasoepati berangkat ke Sidoarjo untuk mendukung Persis Solo pada babak semifinal hingga final.

Leave a Reply