SOLO,sambernyawa.com – Jafri Sastra resmi diumumkan menjadi pelatih kepala Persis Solo untuk kompetisi Liga 2 2018. Pelatih asal Payakumbuh ini akan langsung bekerja sore ini di Lapangan Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (14/3/2018).

Jafri diresmikan bersama Budi Kurnia sebagai asisten. Budi sendiri musim lalu juga sudah bersama Persis Solo. Namun dia sempat ke PSPS Riau untuk mendampingi Jafri pada ajang Piala Presiden 2018. Sementara posisi Hariyadi Poetoel dan I Komang Putra yang musim ini sudah di tim tetap dipertahankan.

Jafri merupakan pelatih asal Payakumbuh berusia 52 tahun. Dia mengawali karir profesional bersama Semen Padang pada musim kompetisi 2012/2013. Semen Padang dibawanya menjadi juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia versi Indonesia Premier League (IPL).

Setelah itu Jafri pindah ke Mitra Kukar dan sukses masuk babak semifinal Piala Presiden 2015 dan jadi juara Piala Jendral Sudirman 2015. Namun saat kompetisi Liga 1 2017 berjalan satu putaran, Jafri pilih mundur dari Mitra Kukar.

Kemudian dia gabung Celebest FC. Namun Jafri gagal menyelamatkan Celebest dari degradasi setelah dua kali keok pada babak playoff Liga 2 2017 di Stadion Manahan Solo.

Sekjen Persis Solo Dedi M Lawe mengutarakan alasan ditariknya Jafri Sastra. Dia menyebut Jafri yang sudah mengantongi lisensi A AFC sesuai regulasi kepelatihan dari PSSI.

“Alasan utama merekrut pelatih kepala yang baru ini sesuai regulasi pelatih, kita mau A AFC karena menyongsong Liga 1. Kami pelajari track record-nya, kami pelajari bagaimana saat melatih tim sebelumnya. Pelatih baru ini juga sudah memahami kota Solo,” kata Dedi M Lawe, Rabu (14/3/2018).

Sementara Jafri sangat bersemangat gabung Persis Solo. Dia mengaku tak masalah melatih klub dari kasta kedua, mengingat Persis Solo juga tim besar.

“Mulai nanti sore sudah langsung bekerja dengan temen-temen. Harus bekerja sama dengan semua pihak. Dari wartawan akan memberikan masukan-masukan yang baik, dari Pasoepati memberikan dukungan luar biasa pastinya. Terpenting bagaimana waktu yang singkat ini kami akan berusaha, kerja keras untuk membangun tim untuk kompetisi Liga 2 20118,” tuturnya.

“Persis Solo menarik, saya penasaran dengan Persis Solo. Saya penasarannya begini, kenapa tim ini begitu sulit promosi ke Liga 1. Dari jamannya pahit sampai kompetisi dikatakan bisa manis saat ini.”

“Dari penontonnya luar biasa. Saya hari ini bisa hadir di Solo tentu luar biasa, kasta keberapa itu tidak begitu penting.”

Tulis : Isnu Haryanto/Qodri Nugroho

Leave a Reply