SOLO,sambernyawa.com – Dua musim sudah kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati dikomandoi Bimo Putranto dan Ginda Ferachtriawan. Tak lama lagi, suporter yang berdiri tahun 2000 ini akan segera memilih kepengurusan baru.

Belum ditentukan tanggal berapa Kongres Pasoepati akan digelar. Hanya pembahasan awal sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Kemungkinan besar kongres akan digelar bulan Desember, seperti tahun 2013 lalu.

“Ini sebagai kewajiban pengurus menggelar kongres setelah dua musim kompetisi selesai. Secepatnya kongres ini akan kami gelar,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan.

Ginda mengaku belum tahu siapa-siapa saja sosok yang bakal maju sebagai calon presiden dan wakil presiden. Hanya diyakininya tugas pada dua musim kedepan akan lebih berat.

Selain kewajiban merangkul seluruh pendukung Persis Solo, pengurus baru nantinya harus intens berkoordinasi dengan pihak kepolisian, utamanya Polresta Surakarta dan Polda Jawa Tengah untuk tour mengawal Laskar Sambernyawa.

“Kalau saya pribadi sebenarnya ingin kongres ini jadi ajang diskusi. Dari diskusi itu, kita musyawarahkan bersama siapa sosok yang layak menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. Lebih penting lagi pengurus yang akan mengawalnya. Dengan begitu tidak ada pihak yang merasa kalah, semuanya menang,” tuturnya.

Kehadiran pengurus baru diharapkan bisa memberikan pemahaman dan pendekatan pada anggota Pasoepati. Pasalnya, cukup banyak kericuhan yang melibatkan suporter Persis Solo pada Liga 2 2017. Kericuhan itu membuat manajemen Persis Solo harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Lebih parah lagi, masih ada juga keributan yang melibatkan sesama anggota suporter Persis Solo. Baik usai pertandingan kandang di Stadion Manahan Solo maupun saat laga tandang. Hal ini seharusnya bisa jadi bahan diskusi saat pelaksanaan kongres nanti. Jangan sampai ada dua organisasi suporter, seperti yang terjadi di kota-kota lain.

Leave a Reply