SOLO,sambernyawa.com – Persis Solo tak didampingi sang pelatih, Widyantoro saat mengalahkan PSPS Riau 1-0 di Stadion Manahan Solo, Jumat (6/10) sore. Pelatih asal Magelang itu mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa larangan beraktivitas di persepakbolaan nasional selama 12 bulan dan denda Rp 100 Juta.

Sanksi itu diberitahukan Komdis PSSI melalui email yang diterima manajemen Persis Solo, Jumat (6/10) pagi. Selain Widyantoro, sanksi juga diterima pelatih kiper I Komang Putra serta offisial, Mursyid. Beda dengan Widyantoro, Komang dan Mursyid dikenai larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan dan denda Rp 30 juta.

Dijelaskan Chief Executive Officer (CEO) Persis Solo, Bimo Putranto, dua pelatih dan satu offisial itu dihukum karena dianggap melakukan perbuatan yang tak pantas kepada perangkat wasit saat laga lawan Cilegon United di Stadion Manahan Solo, 28 September lalu.

“Hal ini sangat memberatkan bagi Persis Solo dan pribadi coach Widyantoro. Kami akan lakukan banding. Kami akan lakukan perlawanan atas sanksi tersebut,” terang Bimo Putranto dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Selain kami layangkan surat, kami juga akan datang ke (Kantor) PSSI untuk menanyakan perihal sanksi tersebut,” tambah pria yang juga presiden Pasoepati tersebut.

Kekecewaan bukan saja datang dari tim. Widyantoro mengaku tak menyangka dijatuhi sanksi yang begitu berat. Dia pun membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya perihal sanksi dari Komdis PSSI.

“Saat itu saya hanya bilang, “wasit pimpin pertandingan yang benar, jangan sampai seperti 2014″. Lalu ada juga indikasi saya menjegal. Itu tidak benar,” tukas Widyantoro.

Dalam laga lawan Cilegon United, pertandingan dipimpin wasit asal Maros, Ahmad Tuharea. Pada jeda babak pertama, protes keras sempat dilakukan tim Persis Solo setelah Ahmad Tuharea dianggap kerap membuat keputusan yang menguntungkan Cilegon United.

Pada 2014 lalu, dia termasuk wasit yang masuk daftar blacklist Persis Solo bersama tujuh wasit lain. Tuharea kala itu memimpin pertandingan Persis Solo melawan Pusamania Borneo FC pada babak 8 besar di Stadion Manahan Solo.

“Ahmad Tuharea ini wasit saat kita lawan Borneo FC. Saat itu dia memimpin tidak fair. Sekarang datang dan diulangi lagi disini,” ucapnya.

Leave a Reply