SOLO, sambernyawa.com – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) membuka peluang bagi para kontestan babak 8 besar untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Dalam surat bernomor 353/LIB/X/2017, ada sejumlah hak dan kewajiban yang wajib dipertimbangkan para calon tuan rumah.

Untuk hak yang diperoleh tuan rumah, PT LIB menyediakan subsidi sebesar Rp 100 Juta untuk penyelenggaraan selama tujuh hari, terhitung 20-26 Oktober 2017. Sementara kewajiban sebagai tuan rumah, klub menanggung biaya penyelenggaraan semua pertandingan, menyediakan transportasi lokal serta menyediakan lokasi latihan. Yang paling penting, klub wajib mengajukan dua stadion, dimana salah satunya harus memiliki fasilitas penerangan yang memadai.

“Pengajuan dan kesediaan menjadi tuan rumah dari klub harus disampaikan secara tertulis kepada LIB selambat-lambatnya 14 Oktober dan akan diumumkan secara resmi pada 15 Oktober,” bunyi dalam surat yang ditandatangani Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan pada Senin (9/10).

Bila melihat sejumlah klub yang unggul pada babak 16 besar, Persis Solo dan Persebaya Surabaya memiliki peluang besar jadi tuan rumah babak 8 besar. Kedua tim tak akan kesulitan memenuhi biaya penyelenggaraan maupun akomodasi lokal mengingat track record pendapatan tiket penonton cukup besar.

Persis Solo memiliki Stadion Manahan Solo dan Stadion Sriwedari Solo untuk penyenggaraan. Sementara Persebaya punya Gelora Bung Tomo dan Stadion Delta Sidoarjo. Lapangan untuk latihan pun sama-sama tersedia dan lokasi pertandingan mudah dijangkau, baik melalui perjalanan darat maupun udara. Bila tercapai, hal ini akan mengulang babak 8 besar pada kompetisi Divisi Satu 2005/2006 lalu.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan berharap manajemen Laskar Sambernyawa memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah. “Solo sangat representatif untuk dijadikan lokasi penyelenggaraan babak 8 besar. Tentu bila nantinya jadi tuan rumah, Persis akan mendapat dukungan penuh dari suporter. Peluang ke semifinal jadi terbuka,” ucapnya.

Hanya diakui Ginda, saat ini DPP Pasoepati belum menggelar pertemuan dengan manajemen Persis Solo untuk membahas rencana pengajuan menjadi tuan rumah. “Sekarang masih fokus pertandingan lawan PSS Sleman. Mungkin setelah ini baru akan bertemu,” lanjutnya.

Terpisah, Manajer Persis Solo Pranoto menyebut manajemen sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah babak 8 besar. “Sudah ada rencana untuk mengajukan. Sekarang sedang diolah (Manajemen) Jakarta,” singkat Pranoto.

Sesuai regulasi pada awal musim lalu, delapan kontestan akan terbagi dalam dua grup. Juara grup A yang berpeluang disandang Persis Solo akan bersua runner up grup B, juara grup C dan runner up grup D. Sementara grup lain ditempati runner up grup A, juara grup B, runner up grup C dan juara grup D.

Leave a Reply