SOLO,sambernyawa.com – Bursa transfer menuju babak 16 besar akan dibuka mulai 20 September mendatang. Para peserta yang memasang target lolos ke Liga 1 sudah pasti akan berburu pemain baru. Pun juga dengan Persis Solo.

Ada empat sampai lima pemain baru yang akan coba didatangkan. Sama seperti jeda fase grup lalu, Laskar Sambernyawa memusatkan perhatian pada sektor belakang. Selain itu, sektor tengah juga butuh tambahan gelandang pekerja keras.

“Persaingan di babak 16 besar cukup ketat. Dari hasil evaluasi selama fase grup, kita butuh beberapa pemain baru. Selain untuk rotasi, juga untuk meningkatkan permainan tim. Semoga bisa mendapat pemain yang kualitasnya bagus,” tutur Widyantoro.

Namun bukan persoalan mudah mendatangkan pemain yang secara kemampuan lebih baik dari yang ada sekarang. Apalagi kompetisi Liga 1 yang dipenuhi pemain berkualitas masih terus berjalan.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro mengaku pilih realistis dengan fakta tersebut. Para pemain yang timnya terancam degradasi ke Liga 3 pun jadi pilihan. Ada banyak pemain yang sejatinya punya kemampuan bagus.

“Sulit untuk dapat dari klub Liga 1. Realistis saja. Saat ini sudah ada beberapa yang kita ajak komunikasi. Mereka berasal dari tim yang terancam tidak lolos babak 16 besar maupun playoff. Kalau timnya tidak lolos, dia langsung kita tarik,” tambahnya.

Tambahan pemain memang sangat dibutuhkan Persis Solo. Apalagi skuad saat ini masih kalah jumlah dibanding kontestan babak 16 besar lain yang memiliki 25-28 pemain.

Bila berkaca pada rilis jadwal resmi dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Rabu (6/9) lalu, setidaknya tambahan pemain belakang akan membuat tim pelatih tenang. Dalam jadwal yang dirilis, babak 16 besar akan dimulai 20 September mendatang.

16 tim yang lolos dibagi ke dalam grup berisi empat tim, yang akan memainkan pertandingan dengan sistem kandang dan tandang. Sebagai runner up Grup 4, Persis Solo dipastikan tergabung bersama juara Grup 3, PSS Sleman.

Dua tempat tersisa masih diperebutkan empat tim, yakni PSPS Riau, Persiraja atau PSMS Medan dari Grup 1, serta Persita Tangerang atau Cilegon United dari Grup 2.

Siapapun yang keluar sebagai pemuncak Grup 1, Persis Solo dipastikan terbang lebih dahulu untuk bertandang ke Pulau Sumatera. Segera setelah pertandingan di Sumatera, Eli Nasoka dkk harus kembali ke Solo untuk menantang PSS Sleman di Stadion Manahan, 24 September mendatang.

Hanya berselang empat hari, Persis kembali bermain home untuk menjamu peringkat dua Grup 2. Begitu juga di putaran kedua, para punggawa Laskar Sambernyawa hanya diberi empat hari jeda antar pertandingan. Yaitu pada tanggal 2, 6, dan 10 Oktober.

Jadwal yang cukup padat ini membuat pelatih Persis Solo, Widyantoro, wajib untuk mengatur strategi agar pemain bisa tampil maksimal, salah satunya adalah dengan melakukan rotasi.

Leave a Reply