…..Tiga orang di depan bola. satu lari ke sayap, bola di oper ke “pemantul” depan kotak 16…kemudian bola di oper ke pemain yang lari….dan (inginnya) langsung ditembak ke gawang…

Strategi ini bukan saja populer di instagram. Penonton di Stadion Manahan pun sudah tahu apa yang akan dilakukan ketika ada peluang dari tendangan bebas. Karena hal itu selalu di ulang-ulang. Dari sekian percobaan, satu gol didapat saat uji coba lawan Persik Kediri. Selebihnya, kerja sama itu dengan mudah dibaca bek lawan.

Strategi yang sama tentu sudah dibaca lawan ketika Persis Solo menghadapi PSIR Rembang di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (4/9). Artinya, Laskar Sambernyawa butuh variasi dalam hal melakukan serangan atau pun mengambil peluang lewat tendangan bebas.

Ada perubahan strategi yang akan dilakukan Persis Solo pada awal permainan. Dengan target mengejar ketertinggalan satu gol, dua penyerang akan dimaksimalkan. Bila melihat line up, pilihan tertuju pada sosok Rudiyana. Duet Rudiyana dan Tri Handoko selama ini cukup ampuh, meski tak segila Sylvano Comvalius dan Nick Van Der Velden di tim Bali United.

Selain itu, sektor gelandang juga berpeluang diubah. Dengan masuknya Rudiyana, praktis satu gelandang akan dikorbankan. Ada pula potensi masuknya Bayu Nugroho untuk memperkuat sektor sayap. Berbagai upaya ini bisa dilakukan Persis Solo untuk menjebol gawang PSIR Rembang yang kemungkinan akan dikepung sembilan hingga sepuluh pemainnya.

“Perubahan akan saya lakukan sejak menit pertama. Penambahan sektor depan diharapkan bisa mempertajam serangan. Hal ini sudah kita coba pada sesi latihan. Progresnya sudah terlihat,” terang Pelatih Persis Solo, Widyantoro, Minggu (3/9).

Widyantoro tak begitu memikirkan, apakah PSIR akan bermain dengan sembilan atau sepuluh pemain. Dia meyakini PSIR tetaplah tim kuat. Fakta itu dibuktikan dengan statistik bahwa gawang PSIR baru kebobolan enam gol. Widyantoro berharap para pemain lebih sabar dalam membongkar pertahanan PSIR.

“Kemungkinan besar memang seperti itu (parkir bus). Jadi pemain harus lebih sabar. Jangan tergesa-gesa. Saya minta doanya, paling tidak kita bisa cetak satu gol untuk tahan imbang,” tuturnya.

Soal adaptasi lapangan, Persis Solo sudah melakukan pada sesi latihan di Kanjuruhan, Minggu (3/9) sore. Menurutnya, kontur lapangan maupun rumput cukup bagus. Rumput yang ada seperti di Stadion Sriwedari. Hal sama juga dikatakan Bakori Andreas yang mengawali karir profesional di Kanjuruhan bersama Persekam Metro FC musim 2011 lalu.

“Seperti rumput gajah. Besar-besar. Tapi cukup bagus dan juga tidak setebal Stadion Manahan. Jadi buat lari tidak begitu berat,” ucap Bakori yang kediamannya bisa ditempuh dengan waktu 15 menit dari stadion.

Satu poin sudah cukup untuk mengunci tiket ke babak 16 besar. Bila menang, Persis Solo punya peluang menggeser PSIS Semarang dari puncak klasemen grup 4. Kini, Persis Solo berjarak lima poin dari Mahesa Jenar.

Leave a Reply