SOLO,sambernyawa.com – Sepanjang putaran pertama Persiba Bantul hanya meraih satu poin dari sederet partai tandang. Kini, mereka “kokoh” di dasar klasemen grup 4 hanya dengan mengemas empat poin.

Namun jangan buru-buru menyimpulkan Laskar Sultan Agung sudah habis. Dua hari lalu mereka baru saja menunjuk mantan pelatih Persiku Kudus, Hidayat untuk menangani Rian Wahyu dan kawan-kawan. Kini mereka juga sedang menunggu pengesahan enam pemain baru, yang lima di antaranya bekas anak asuh Hidayat di Liga 3.

“Waktunya memang sangat sempit. Saya tidak bisa mengubah susunan tim utama. Namun saya sudah siapkan strategi baru untuk paling tidak mengimbangi permainan Persis Solo. Syukur-syukur bisa mendapat poin di sini,” terang Pelatih Persiba, Hidayat, Rabu (2/8).

Persiba punya kenangan bagus di Stadion Manahan. Satu noda hitam pernah dibuat Persiba untuk mengakhiri rekor selalu menang Persis Solo pada kompetisi Divisi 1 2005. Kala itu, laga yang diguyur hujan lebat berakhir 0-0. Persiba pun jadi satu-satunya tim yang bisa mencuri poin di Manahan, sebelum kemudian tim itu berhenti dari kompetisi karena guncangan gempa yang melanda DIY.

Empat tahun berikutnya, mereka mengalahkan Persis Solo 0-1 pada 12 April 2009 lewat gol tunggal Ezequiel Gonzales. Dua tahun berikutnya, Stadion Manahan jadi saksi Persiba juara Divisi Utama 2010/2011, bersama tiga mantan penggawa Persis Solo, Wahyu Tri, Wahyu Tanto dan Moukwelle Ebwanga.

Bahkan saat melakoni pertandingan uji coba dua tahun lalu, Persiba bisa menahan Persis Solo 1-1 dalam laga uji coba. Keperkasaan itu baru memudar pada Piala Kemerdekaan 2015. Saat mereka sudah lolos ke fase berikutnya, Nopendi dkk justru takluk 0-3 atas Persis Solo. Namun paling tidak sederet catatan itu menjadi pengingat Persis Solo bahwa Persiba bukan tim yang mudah dikalahkan.

Penyerang Persis Solo, Rudiyana tahu betul akan potensi dari sang lawan. Maka dari itu dia beserta rekan-rekannya siap berjuang sekuat tenaga untuk mengamankan kemenangan. Bila tiga poin didapat, Laskar Sambernyawa bisa kembali nangkring di posisi dua, menggeser PSIR Rembang yang baru bermain Sabtu (5/8) melawan Persipon Pontianak.

“Di setiap pertandingan pasti saya punya ambisi cetak gol. Tapi yang paling penting adalah kemenangan tim. Main di kandang harus kita menangkan. Saya dan teman-teman sudah tidak memikirkan lagi sanksi dari Komdis PSSI, seperti saat lawan Sragen United lalu. Saat itu kita sempat down karena keputusan hanya satu hari sebelum pertandingan,” ucap Rudiyana.

Chief Executive Officer (CEO) Persis Solo, Bimo Putranto pun berharap mental bertanding skuad besutan Widyantoro kembali meningkat. Urusan banding putusan Komdis PSSI akan menjadi tanggung jawab manajemen. “Kita juga terus berusaha agar mental bertanding tim kembali meningkat. Tapi memang ini butuh waktu,” ucap Bimo.

Leave a Reply