SOLO,sambernyawa.com – Persis Solo akan melakukan banding atas putusan Komdis PSSI tentang hasil pertandingan melawan PSIR Rembang, Minggu (16/7) lalu, yang tertuang dalam surat bernomor 074/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 dan 073/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017. Ada lima alat bukti yang akan dilampirkan dalam materi banding.

Kepastian banding itu diungkapkan manajemen Laskar Sambernyawa saat menggelar jumpa pers di Solo, Rabu (2/8) siang. Dihadapan puluhan media lokal maupun nasional, Wakil Chief Executive Officer (CEO) Persis Solo, Dedi M Lawe menjelaskan tentang pertimbangan manajemen melakukan banding.

Menurutnya, hukuman yang tertuang dalam surat 074/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 dinilai tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam surat itu disebut, Persis Solo melanggar pasal 56 kode disiplin PSSI yang berisi tentang hukuman untuk tim yang enggan melanjutkan pertandingan. Namun dari fakta yang ada, Dedi menyebut pertandingan tidak dilanjutkan karena keadaan yang tidak memungkinkan alias force majeur.

“Kami dihukum seakan-akan kami yang menghentikan atau yang tidak mau melanjutkan pertandingan. Padalah pertandingan dihentikan karena terjadi kerusuhan. Suporter Rembang yang berbaju orange menyerbu ke dalam lapangan. Itu yang membuat pertandingan terhenti,” tutur pria yang juga kuasa hukum Persis Solo ini.

Pria yang juga bidang hukum Persis Solo ini menyebut materi banding akan diserahkan ke Komisi Banding PSSI, Kamis (3/8). Namun kemarin (1/8), nota pernyataan banding sudah dikirim ke PSSI, sesuai tenggat waktu terakhir pernyataan banding, atas keputusan Komdis PSSI.

“Saat ini saya masih perlu klarifikasi untuk melengkapi materi banding ini. Besok (Kamis) materi banding ini saya serahkan dengan lima alat bukti. Semoga Komisi Banding PSSI bisa melihat,” tutur Dedi.

“Kami mohon keputusan tentang kalah 0-3, pengurangan nilai dan denda Rp 100 Juta bisa dibatalkan. Kami juga meminta sisa pertandingan selama 40 menit bisa dilanjutkan di tempat yang netral,” tambahnya.

Berikut lima alat bukti yang diserahkan Persis Solo :

1. Video tentang proses terjadinya gol PSIR Rembang menit 48. Pihak Persis Solo menilai saat umpan terakhir sebelum gol, sang pencetak gol Rudi Santoso sudah dalam posisi offside.
2. Foto dan video pelemparan batu oleh suporter tuan rumah ke bench Persis Solo.
3. Foto dan video suporter tuan rumah berseragam orange masuk ke lapangan
4. Foto dan video pertemuan antara kedua tim, pihak keamanan dan wasit di tengah lapangan
5. Video saran Kapolres Rembang yang meminta tim Persis Solo untuk segera kembali ke Solo

Leave a Reply