SOLO,sambernyawa.com – Rudiyana menjadi satu diantara enam offisial Persis Solo yang merasakan lemparan dari oknum pendukung PSIR Rembang. Namun baginya, hal itu tak berpengaruh besar pada mental bertandingnya, maupun para penggawa lain Laskar Sambernyawa.

Dalam pertandingan Persis Solo melawan PSIR Rembang, Minggu (16/7) sore, ada empat pemain yang kena lemparan botol, yakni Akbar Riansyah, Bakori Andreas, Egy Ardi dan Rudiyana. Ada pula asisten pelatih, Budi Kurnia dan kitman, Rohmad.

Rudiyana yang merupakan jebolan Persib Bandung U-21 mengaku pernah merasakan hal lebih parah dari kejadian di Rembang. Saat membela Maung Bandung, keluar masuk menggunakan kendaraan rantis baja jadi pengalaman tak terlupakan.

“Insyaallah tidak berpengaruh (mental bertanding). Saya pernah mengalami seperti ini. Sampai pulang pakai Baracuda. Pas (Persib) main lawan Persija Jakarta dan Arema FC Malang,” terang Rudiyana, Senin (17/7).

Bukan saja Rudiyana, hal serupa juga dikatakan winger lincah, Bayu Nugroho. Bagi pemain Indonesia sepertinya, berada dalam kericuhan saat pertandingan sepak bola merupakan hal biasa.

“Kalau seperti kemarin biasa aja. Tidak ada pengaruh ke teman-teman. Kan sudah biasa di Indonesia. Justru kadang-kadang kita merasa jenuh aja main bola,” ucap pemain yang pernah berlatih di Suryanaga Surabaya ini.

Kejenuhan itu datang lantaran pertandingan di liga Indonesia kerap diwarnai kericuhan suporter. Tak sedikit pula dia merasa wasit kerap salah dalam mengambil keputusan. Dia berharap dua hal itu segera berkurang agar persepakbolaan Indonesia semakin maju.

“Dari dulu kok seperti ini terus. Tidak maju-maju. Itu yang kadang membuat pemain jenuh juga. Soal wasit, saya juga tidak tahu apakah kesalahan itu karena disengaja atau tidak disengaja. Sering juga di pertandingan memihak lawan. Semoga saja kedepan lebih bagus lagi,” ucap Bayu.

Untuk laga lawan PPSM Magelang di Stadion Madya Magelang, Kamis (20/7) sore, keduanya siap diturunkan. Mereka sudah dipastikan menjadi pemain yang masuk daftar ke Magelang. Rombongan berangkat ke Magelang, Rabu (19/7) pagi.

“Semua pemain kita bawa. Bukan apa-apa, ini untuk menjaga kebersamaan tim saja,” ucap Pelatih Persis Solo, Widyantoro.

Leave a Reply