SOLO,sambernyawa.com – Manajemen Persis Solo dijadwalkan menghadiri sidang komisi disiplin (Komdis) PSSI di Hotel Alana, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (13/6) sore.

Sidang itu digelar setelah klub PSIM Jogja melaporkan adanya dugaan tindakan provokatif dalam laga Laskar Sambernyawa melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, 7 Mei lalu.

“Benar (mendapat surat undangan dari PSSI,red). Besok (Selasa) kita akan datang,” terang Sekjen Persis Solo, Langgeng Jatmiko, Senin (12/6).

Dalam laga yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut, pertandingan memang sempat dihentikan lantaran adanya ulah oknum suporter di papan skor Stadion Sultan Agung. Tak begitu jelas tulisan yang membuat PSIM melaporkan hal tersebut.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan mengaku pihaknya tak mengetahui siapa yang mengganti tulisan di papan skor tersebut. Terlebih dalam pertandingan tersebut, DPP Pasoepati tak menggelar tour secara resmi ke Bantul.

Pihaknya hanya meminta Komdis PSSI lebih bijak menyikapi masalah tersebut. Apalagi dari informasi yang didapat lewat beberapa media, pengawas pertandingan pun tak melaporkan adanya tindakan tersebut.

“Komdis harus bijak menyikapi hal tersebut. Apalagi peristiwa itu terjadi di papan skor. Kalau ada sesuatu hal yang sekiranya mengganggu, seharusnya Panpel Persiba sudah mencegah oknum penonton tersebut,” tutur Ginda.

“Belum tentu juga itu dilakukan suporter Persis Solo. Terlebih kami juga tidak menggelar tour secara resmi. Bisa saja orang diluar suporter Persiba maupun Persis yang ingin mengganggu suasana di tribun penonton,” tambahnya.

Selain dihadiri Persis Solo, sidang yang untuk kali pertama digelar di luar DKI Jakarta itu, mengundang manajemen PSIM Jogja selaku pihak yang melaporkan dan Panpel Persiba Bantul selaku penyelenggara pertandingan.

Leave a Reply