SOLO,sambernyawa.com – Untuk kali pertama Persis Solo dibuat kesusahan untuk sekadar memasuki kotak enam belas. Adalah Persatu Tuban yang sukses merepotkan tim besutan Widyantoro dalam laga uji coba di Stadion Manahan Solo, Sabtu (17/6) malam.

Dalam laga yang berkesudahan 0-0 tersebut, Laskar Sambernyawa kesulitan mengembangkan permainan, utamanya pada babak pertama. Tercatat hanya sepakan Tri Handoko dan Joko Prayitno yang cukup membuat tangan kiper Persatu, Fajar Setiabudi bergerak menghalau bola. Selebihnya, kiper muda itu hanya fokus mengatur barisan belakang, untuk mencegah penggawa Laskar Sambernyawa mencetak gol.

Pada babak kedua, sepakan Dedi Cahyono hampir saja memecah kebuntuan. Sayangnya, lesatan bola Dedi hanya menerpa tiang kanan gawang Persatu.

Kebuntuan itu untungnya tak dimanfaatkan lawan dengan cermat. Dari sebelas tembakan yang dilepaskan Agung Suprayogi dan kawan-kawan, hanya dua yang mengarah ke gawang Persis.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro pun sejak awal sudah memprediksi Persatu akan membuat timnya kesusahan. Terlebih lawan datang dari grup 5 yang dihuni tim-tim kuat, bahkan menyandang status pemuncak klasemen.

Ada sejumlah evaluasi yang akan dibenahi Laskar Sambernyawa sebelum melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Manahan, 6 Juli mendatang.

“Babak pertama kita sempat kesulitan mengembangkan permainan. Lawan bermain cukup bagus. Tapi pada babak kedua kita sudah keluar dari tekanan dan menciptakan sejumlah peluang. Ya memang tidak ada yang menjadi gol,” terang Widyantoro usai pertandingan.

“Ada beberapa hal yang menjadi catatan. Soal hasil seri ini juga tidak membuat saya kecewa. Karena inti dari pertandingan ini adalah melihat strategi kita, termasuk mencoba pilihan-pilihan lain.”

Pergerakan Joko Prayitno diganggu pemain Persatu Tuban dalam laga uji coba di Stadion Manahan Solo, Sabtu (17/6).

Pergerakan Joko Prayitno diganggu pemain Persatu Tuban dalam laga uji coba di Stadion Manahan Solo, Sabtu (17/6).

“Pada akhir babak kedua, saya memasukkan Rudiyana dan Aldo Kurniawan. Bukan saja memberi mereka kesempatan bermain setelah rehat cedera. Saya juga ingin melihat Bayu Nugroho berperan sebagai penyerang. Evaluasi ini jadi bekal sebelum menghadapi PSIS Semarang.”

Terpisah, Pelatih Persatu Tuban Edi Sudiarto mengaku puas dengan jalannya pertandingan uji coba ini. Kedua tim bermain cukup bagus dengan menghasilkan sejumlah peluang. Evaluasi dari laga ini akan jadi bekal menghadapi Persebaya Surabaya, 6 Juli mendatang.

“Koordinasi pertahanan cukup bagus. Kita bisa membuat tuan rumah kesusahan. Tapi tetap ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki lagi. Persebaya tim yang kuat,” kata Edi.

Uji coba ini menjadi yang terakhir bagi kedua tim, sebelum memberi jatah libur lebaran kepada awak tim. Baik Persis maupun Persatu akan memulai program latihan lagi, 28 Juni mendatang.

Leave a Reply