SOLO,sambernyawa.com – Timnas Indonesia boleh saja gagal meraih kemenangan, setelah ditahan imbang Puerto Rico 0-0 dalam laga uji coba internasional di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (13/6) malam. Namun raihan poin sempurna lainnya datang dari tribun suporter.

Ada puluhan ribu penonton yang memadati kandang PSS Sleman tersebut. Ada yang datang menggunakan atribut Timnas Indonesia dan ada pula yang masih memakai atribut kelompok suporter, atau tim sepak bola kesayangannya. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, nyanyian mereka sama, yakni mendukung penuh perjuangan Irfan Bachdim dan kawan-kawan.

Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla mengaku senang timnya mendapat dukungan penuh dari suporter. Dukungan ini juga didapat timnya saat mengalahkan Kamboja 2-0, meski dari jumlah tak sebesar di Sleman kemarin. Nyanyian tak henti sepanjang pertandingan membuat para pemain tampil spartan, meski tak satu pun gol didapat timnya.

“Sebelum pertandingan saya sudah mendapat informasi jika suporter akan berdatangan. Ternyata memang benar. Ini dukungan yang luar biasa. Semoga kedepan kami bisa mendapat dukungan yang sama,” terang Luis Milla dalam jumpa pers usai pertandingan.

Diantara puluhan ribu suporter yang hadir, ada pula deretan anggota suporter Persis Solo. Itu dapat diketahui dari beberapa syal yang dibentangkan, atau beberapa yang menggunakan atribut Persis serta wajah-wajah yang tak asing, yang biasa hadir di Stadion Manahan.

Salah satu yang mengejutkan adalah keberadaan salah satu dirijen Pasoepati, Ferdian Uyo. Dia bersama dirijen Brigata Curva Sud (BCS), Batak Jore terlihat memandu para suporter yang ada di tribun selatan, di satu stagger. Kebersamaan ini menjadi kabar menyejukkan, setelah sebelumnya kedua suporter saling sambut saat suporter Persis tour ke Bantul dan suporter PSS tour ke Jepara.

Ferdian Uyo yang juga host dalam acara Jagongan Sambernyawa mengaku senang bisa mengomandoi ribuan suporter Timnas Indonesia. Apalagi berada di Stadion Maguwoharjo Sleman yang sudah empat tahun lebih tak dihadiri suporter Persis Solo.

“Awalnya yang diundang Sigit Omponx. Tapi beliaunya sedang tidak bisa hadir dan saya yang kemudian menggantikan. Ini merupakan inisiatif dari teman-teman BCS yang mengajak dirijen Pasoepati hadir di Maguwoharjo,” kata Uyo.

Uyo dan bersama suporter Pasoepati yang datang mengaku mendapat sambutan hangat. Bersama suporter yang hadir, seperti Slemania, Jakmania, Bonekmania dan beberapa lainnya, semua bernyanyi mendukung perjuangan Timnas Indonesia.

“Timnas Garuda sudah menyatukan suporter Indonesia. Semoga selanjutnya tidak hanya sepak bola, tapi juga mempersatukan seluruh penduduk Indonesia,” ucapnya.

Ternyata memang #PenakSeduluran…..

Leave a Reply