SOLO,sambernyawa.com – Persis Solo mewaspadai tren positif yang ditunjukkan Persipon Pontianak jelang pertemuan di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Jumat (19/5) pukul 15.00 WIB. Dalam laga terakhir, tim besutan Inyong Lolombulan mampu menahan PPSM Magelang 0-0 di Stadion dr. H. Moch Soebroto Magelang.

Hasil itu jelas jadi kejutan tersendiri. Apalagi dalam dua laga kandangnya, Ronaldo Dasilva dkk hanya meraup satu poin. Pelatih Persis Solo, Widyantoro berharap anak asuhnya tak lagi memandang Persipon sebagai tim tak diunggulkan di grup 4.

“Saat di Semarang, PSIS baru bisa menang lewat tendangan bebas. Sementara saat di Magelang, mereka bisa curi poin. Terus terang saya belum tahu apa yang membuat Persipon bisa menunjukkan tren positif,” terang Widyantoro, Selasa (16/5) malam.

Widyantoro mengaku tak tahu komposisi pemain lawan. Namun, dia pernah menyaksikan permainan Persipon saat bersua PSIS Semarang di Stadion Jatidiri lalu. Kini, pelatih asal Magelang itu terus mematangkan strategi yang akan diterapkan di Pontianak.

“Strategi masih sama seperti sebelumnya. Ada yang pakai bola datar, ada yang umpan jauh. Tinggal Kamis pagi lihat kondisi lapangan. Kalau kualitasnya bagus, tentu kami akan bermain bola-bola pendek yang jadi ciri khas. Tapi kalau tidak, ya sama seperti di Purwodadi lalu,” jelasnya.

Soal pemain yang diboyong ke Pontianak, Widyantoro masih menunggu kondisi Anam Syahrul, Joko Prayitno dan Ade Kurniawan. Kondisi ketiganya, terutama Anam masih diragukan untuk diboyong ke Purwodadi.

“Ada beberapa yang kondisinya belum fit. Penentuan pemain yang dibawa ke Pontianak baru saya tentukan besok pagi. Lihat kondisi terakhir bagaimana,” jelasnya.

Untuk skuad utama, Widyantoro memastikan ada rotasi saat lawan Persipon. Di Purwodadi lalu, Bakori Andreas dan Rudiyana mendapat kesempatan tampil lebih dulu. Untuk laga berikutnya, semua pemain yang diboyong punya kesempatan sama untuk masuk skuad utama.

Leave a Reply