Sang Dirigen

Solo,Sambernyawa.com – Pemandu sorak atau lebih dikenal dirigen menjadi sosok penting di stadion. Lewat aba-aba yang ia berikan, suporter yang datang bisa bernyanyi bersama, mendukung tim kesayangan berlaga.
Namun sejatinya menjadi dirijen bukan hal mudah. Memandu ribuan orang dengan background berbeda, dia harus bisa menjadi leader yang mengayomi sekaligus dipercaya.

Di Solo, sosok dirigen selalu ada. Bahkan regenerasi berjalan apik. Sosok utama yang tak bisa dilupa ialah Maryadi Gondrong dan Mashadi Pete. Sejak Pasoepati berdiri tahun 2000, keduanya sukses memandu ribuan Pasoepati bernyanyi. Dulu keduanya bergantian memandu tribun utara dan selatan.

Kini, setelah keduanya menua, muncul sosok-sosok baru. Mulai Sigit Omponk, Andre Jaran, Agos WarSoep, Vivi Anjani dan lain lain. Mereka menjadi leader untuk tribun utara, timur dan selatan. Untuk langsung dipercaya publik, mereka mengalami deretan hal tak mengenakan. Mulai dimaki-maki, tak digubris hingga dilempar air kencing.

Selamat menyaksikan :

Leave a Reply