SOLO,sambernyawa.com – Gelar Trofeo Kebangkitan 2017 akhirnya jadi milik tuan rumah Persis Solo setelah meraih dua kemenangan dengan skor sama 1-0 atas Kalteng Putra dan PSPS Pekanbaru di Stadion Manahan Solo, Sabtu (1/4) malam.

Dua gol kemenangan Laskar Sambernyawa dicetak Ikhwan Ciptadi saat bersua Kalteng Putra pada partai pertama. Serta Bayu Andra saat bertemu PSPS Pekanbaru. Dua gol itu pun sempat mengundang protes dari ketua tim. Gol Ikhwan dianggap belum melewati garis gawang serta gol Bayu diklaim pemain PSPS lebih dulu terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang.

Meski begitu, wasit asal Sukoharjo, Budi Narimo tetap pada keputusannya. Berkat dua kemenangan tersebut, Persis Solo mengumpulkan 6 poin, disusul PSPS dengan 3 poin, hasil mengalahkan Kalteng Putra via adu penalti 9-8 (1-1). Kalteng yang dibesut Kas Hartadi pulang dengan tangan hampa.

Meski meraih gelar, dari segi permainan Persis Solo masih jauh dari kata memuaskan. Tak ada umpan cepat dari kaki ke kaki, seperti saat mengalahkan PS Mojokerto Putra 3-1, beberapa waktu lalu. Sebaliknya, Agung Prasetyo dkk justru banyak melepaskan umpan jauh dari belakang langsung ke penyerang maupun sayap. Bahkan saat bersua PSPS, lini tengah justru dikuasai anak-anak Pekanbaru.

Hal ini pun diakui Pelatih Persis Solo, Widyantoro. Teruntuk laga lawan PSPS, dirinya memang coba memaksimalkan Rudiyana sebagai penyerang tunggal dengan Bayu Andra dan M Wahyu lebih berfokus pada pertahanan. Sementara sektor sayap mengandalkan kecepatan Ade Kurniawan dan Dedi Cahyono.

“Saya baru pegang tim ini dalam tiga sesi latihan. Tidak banyak strategi permainan yang saya ubah. (Bisa dilihat) Masih banyak yang harus dibenahi. Pola satu penyerang saat lawan PSPS memang belum jalan. Karena memang belum pernah saya terapkan saat latihan. Tapi inilah fungsi uji coba, untuk evaluasi sebelum kompetisi,” tutur Widyantoro usai pertandingan.

Sementara itu, kubu PSPS Pekanbaru lewat Pelatih Philep Hansen Maramis lebih banyak mengomentari kepemimpinan wasit Budi Narimo. Dia menyebut, gol Persis Solo seharusnya tak disahkan karena lebih dulu terjadi pelanggaran kepada kiper Gianluca Claudio. “Kasihan kalau penonton dikasih pertunjukkan seperti ini,” jelasnya.

Meski begitu, suasana perayaan gelar juara tetap meriah. Para pemain, pelatih dan manajemen membawa piala itu keliling lapangan. Dalam pertandingan tersebut, Panpel mengantongi pendapatan kotor sebanyak Rp 223,5 Juta.

Comment List

  • Agoeng 03 / 04 / 2017 Reply

    Emang permainan beda dari saat lawan PS Mojokerto, tapi saya harap tetep kompak, menang, terus lolos liga 1 dan semoga tahun ini tidak ada alasan kalah karena wasit berat sebelah hehehe

  • KEMIN 03 / 04 / 2017 Reply

    Good Job Coach……LANJUTKAAAANNN

Leave a Reply