SOLO,sambernyawa.com – PPSM Magelang merupakan saksi saat Pasoepati untuk kali pertama membuat aksi koreo tiga dimensi (3D) pada kompetisi Divisi Utama 2014 lalu. Kala itu, pertunjukkan tersebut cukup menghibur Pasoepati yang datang, ditengah kekecewaan lantaran tim besutan Widyantoro hanya bermain imbang 2-2.

Dalam pembuka Liga 2 grup 4 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (22/4) pukul 19.00 WIB, Pasoepati juga akan membuat koreo 3D. Bahkan kali ini aksi yang biasa dilakukan suporter Eropa tersebut akan dibuat di tiga tribun sekaligus, yakni utara, timur dan selatan. Tentu pada edisi kali ini, suporter yang datang tak hanya ingin menyaksikan pertujukkan tersebut.

“Semoga dukungan total dari Pasoepati juga berbalas hasil maksimal dari Persis Solo,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Jumat (21/4) malam.

Dari segi persiapan, Laskar Sambernyawa jelas lebih unggul. Materi pun lebih mentereng mengingat manajemen pernah melansir gaji pemain mencapai angka Rp 17,5 Juta. Namun soal jalannya pertandingan, belum tentu dua hal itu akan berpengaruh.

Persebaya Surabaya dan PSS Sleman sudah membuktikannya. Kedua tim yang digadang-gadang jadi penguasa grup 3 dan grup 5 itu malah menorehkan hasil jeblok di laga perdana. Persebaya ditahan imbang Madiun Putra 1-1 di Gelora Bung Tomo dan PSS Sleman dikalahkan PSCS Cilacap 0-1 di Stadion Maguwoharjo Sleman.

Apalagi dalam tiga pertarungan pembuka, Persis Solo tak pernah menang. Mulai ditahan imbang PPSM 2-2 di DU 2014, dikalahkan Persijap Jepara 1-2 di Piala Polda Jateng 2015 dan kalah 2-3 di Piala Kemerdekaan 2015. Saat pembuka ISC B 2016, Laskar Sambernyawa juga hanya imbang 1-1 saat bersua PSGc Ciamis.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro pun cukup sadar akan beban partai pertama. Dia berharap anak asuhnya yang lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan bisa mengatasi tekanan Roni Ardian dkk.

“Kami sudah siap menghadapi pertandingan perdana. Anak-anak saya minta untuk tidak terbebani target meraih kemenangan di laga pembuka,” terang Widyantoro, Jumat (21/4) siang.

Ada deretan pemain yang terancam absen pada laga perdana. Mulai Akbar Riansyah, Bakori Andreas dan Tri Handoko. Ketiganya sama-sama cedera engkel saat pertandingan uji coba. Sebagai ganti, ada Soni Setiawan di bek kanan, Bayu Nugroho di sektor sayap dan Rudiyana di barisan depan. Soal kualitas, ketiganya tak ada beda dengan pemain yang absen.

“Kalau pelatih memberikan kepercayaan, saya siap tampil maksimal. Saya sudah bertekad bangkit musim ini,” kata Rudiyana beberapa saat lalu.

Sementara itu, PPSM datang dengan hasil yang menjanjikan. Dua laga uji coba lawan tim Liga 2, yakni PSIM Jogja dan PS Badung, tim besutan Siswanto Kancil mampu meraih kemenangan. Pada laga perdana kompetisi ini, mereka berharap juga bisa melakukan hal yang sama.

“Soal kekuatan lawan, terus terang saya belum tahu. Dulu sempat mengikuti saat Persis masih dilatih Yudi Suryata. Tapi sekarang sudah Widyantoro. Kami berharap bisa meriah hasil terbaik,” ucap Pelatih PPSM, Siswanto.

Leave a Reply