SOLO,sambernyawa.com – Pusat Latihan (Puslat) Persis Muda Gotong Royong Solo kini sudah tak lagi dibawah Yayasan Persis Muda yang diperkenalkan pada 1 September 2015 lalu. Sebuah perseroan terbatas bernama PT Persis Gotong Royong resmi membawahi tim Persis Gotong Royong yang musim ini akan mengikuti Liga 3 atau sebelumnya disebut Liga Nusantara (Linus).

Pengusaha asal Solo, Setiyo Joko Santosa menjadi sosok yang memiliki ide untuk membesarkan Persis Gotong Royong. Bos perusahaan periklanan dan bursa saham itu berkeinginan meniru jejak Persib Bandung dan Bali United yang sukses mengembangkan bisnis sepak bola.

Namun sebelum itu, ada hal lain yang membuat Setiyo akhirnya berani merintis klub dari dasar kompetisi Tanah Air. Tak lain dan tak bukan karena setiap rapat sepak bola yang melibatkan Presiden Joko Widodo, pertanyaan kabar tentang sepak bola Solo selalu ditanyakan.

“Tiga kali pak Jokowi menanyakan hal yang sama. Bagaimana sepak bola di Solo?. Akhirnya setelah diskusi dengan teman-teman pengusaha di Jakarta, yang juga mengurus klub sepak bola. Dan saya lihat kondisi sepak bola di Solo sekarang seperti apa, akhirnya saya mantap untuk benar-benar membangun Persis Gotong Royong ini. Saya akan bawa ke arah modern dengan manajemen yang profesional,” tutur Setiyo, Jumat (24/3) malam.

Setiyo sadar, membangun klub sepak bola menjadi bisnis modern butuh waktu cukup lama. Dia mengaku sudah berpikir berulang kali tentang risiko yang akan dihadapi kedepannya. Terutama meyakinkan masyarakat tentang target yang ingin dicapainya.

“Saya analogikan seperti bersepeda dari Solo ke Jogja. Saya yakin dalam perjalanan Solo ke Kartasura, pasti akan terasa berat. Karena belum terbiasa saja. Tapi setelah melewati Kartasura, saya sangat yakin perjalanan akan lebih mudah. Karena saya sudah punya pengalaman dari Solo ke Kartasura.”

“Jadi saya bangun tim bukan untuk satu atau dua musim saja. Saya sudah persiapkan secara matang. Memang target jangka pendeknya harus juara Liga 3. 80 persen kekuatan saat ini pun saya fokuskan ke situ (agar juara Liga 3). Tapi konsep-konsep kedepan sudah saya siapkan. Mulai pembinaan berjenjang hingga konsep bisnis sepak bola modern.”

Satu lagi hal baru yang akan diterapkannya pada Persis Gotong Royong. Pengalamannya bergelut di dunia saham membuat dia berencana membawa PT Persis Gotong Royong ke pasar saham alias Go Public. Dia pun menyebut ada deretan klub yang segera Initial Public Offering (IPO) atau melepas saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Industri sepak bola terlalu tradisional kalau hanya mengandalkan pendapatan tiket penonton dan sponsor saja. Angka yang jauh lebih besar bisa didapat di pasar saham. Makanya PT ini akan saya buat jadi PT Persis Gotong Royong Tbk alias terbuka. Ada beberapa klub yang saat ini sudah berancang-ancang lepas saham. Itu potensinya luar biasa.”

Namun sebelum jauh melangkah ke rancangan tersebut, ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Persis Gotong Royong. Utamanya soal penggunaan nama “Persis” dan logo yang mirip atau hanya beda penambahan tulisan “gotong royong” sebagai pembeda. Gara-gara hal itu, kata “dualisme” pun kembali akrab di kalangan pecinta sepak bola Solo di media sosial.

“Saya berharap bisa segera bertemu teman-teman Pasoepati untuk berdiskusi,” tuturnya. “Karena dari awal saya ingin membuat warga Solo, khususnya para suporter untuk selalu bersorak merayakan kemenangan di setiap pertandingan.”

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Solo, Paulus Haryoto kembali menegaskan jika tak ada dualisme Persis Solo. Menurutnya, Persis Solo yang berada dibawah naungan PT Persis Solo Saestu dan Persis Gotong Royong dibawah naungan PT Persis Gotong Royong merupakan tim berbeda dengan manajemen serta badan hukum yang berbeda. Pihaknya pun akan mendukung keberadaan Persis Solo di Liga 2 maupun Persis Gotong Royong di Liga 3.

“Semoga tahun ini jadi momentum kebangkitan sepak bola di Solo. Baik itu Persis Solo di Liga 2 maupun Persis Gotong Royong di Liga 3. Tidak ada masalah jika di Solo ada dua tim berbeda. London, Milan dan kota-kota lain bahkan juga memiliki lebih dari satu atau dua klub.”

Untuk agenda terdekat, Persis Gotong Royong akan launching di Sunan Hotel Solo, Sabtu (25/3) malam ini. Salah satu tokoh yang akan hadir adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain itu, ada pula deretan tokoh yang kabarnya akan hadir dalam launching tersebut.

Setelah itu, PT Gotong Royong akan membawa tim pelatih untuk melakukan seleksi pemain di Ambon, Maluku dan Sorong, Papua. Setiyo berharap dari dua wilayah tersebut, Persis Gotong Royong mendapatkan pemain yang berkualitas dengan usia dibawah 23 tahun.

“Kami akan pantau seleksi di Ambon dan Sorong atas bantuan Polhukam yang nantinya didedikasikan untuk Persis Gotong Royong.”

Comment List

  • Jarno 25 / 03 / 2017 Reply

    Kalau secara administratif jelas bukan dualisme karena berbeda perusahaan, tapi kalau secara “nilai” jelas ini dualisme, mengapa persis gotong royong harus pakai nama persis dan logi yang 90% sama? Kan bisa pilih nama lain misal inter solo, ac solo, atletico solo atau yang lainnya :)

    • fans 25 / 03 / 2017 Reply

      Bener mas mending persis e di ilangii , ganti solo fc , opo solo unitiiit , sik penting ora ono persise . Persis ki ben siji “PERSIS SOLO”

  • Pasoepati Soditan 25 / 03 / 2017 Reply

    Iki gayeng,. sing Liga 2 jare yo serius di bentu ben dadi Liga 1. Iki sing Liga 3 yo target Liga 1. Apik kabeh… man jada wa jada..
    #pasoepatisoditan

  • rantau 25 / 03 / 2017 Reply

    pengusaha asal solo pilih gawe klub anyar timbange ngewangi persis solo, tambah sepi manahane. bariki suporter e pecah. salah siji bakal mati alon2

    • nurandindr 26 / 03 / 2017 Reply

      setuju mas. iki mesti eneng kepentingan pribadi. suudzan ku mergo paulus wes ga enetuk duit meneh. saka persis makane gampangne ijin gawe klub anyar

  • puyi 26 / 03 / 2017 Reply

    Mending ganti jeneng rasah nganggo jeneng Persis. Seh akeh jeneng liyane. Iki gur dinggo narik perhatiane pasoepati, nek nganggo jeneng Persis lak do didukung

  • nurandindr 26 / 03 / 2017 Reply

    ra cetho, yg niat e awal cuma sebagai jembatan ke persis senior malah diculke wae karo paulus akhir e yo ngene ki jadi kisruh. yen menurutku ki eneng duit e. kok saiki gampang eram gawe klub

Leave a Reply