SOLO,sambernyawa.com – Sudah bertahun-tahun Wahyu Tri Nugroho meninggalkan kota Solo. Dia berpindah-pindah klub sampai kini bertahan di klub Bhayangkara FC. Laga perang bintang memperingati HUT ke-17 Pasoepati di Stadion Sriwedari Solo, Kamis (26/1) pukul 15.00 WIB, menjadi obat kangen merasakan atmosfer diharapan ribuan Pasoepati.

Namun dalam laga nanti, pria asal Sukoharjo ini tak tampil. Cedera hamstring yang didapatnya saat melakoni pemusatan latihan bersama Bhayangkara FC di Malang membuatnya istirahat beberapa pekan.

“Tentu saya kecewa tidak bisa main. Tapi saya tetap hadir di Sriwedari untuk menghormati teman-teman Pasoepati. Saya sudah rindu atmosfer pertandingan saat ada Pasoepati. Malamnya langsung balik ke Surabaya lagi,” tutur Wahyu, Rabu (25/1) siang.

Beda dengan Wahyu Tri, Dimas Galih sudah siap tampil spartan sebagai ujung tombak. Dia mengaku siap diduetkan dengan siapapun. Mantan penggawa Persik Kediri ini ingin membuktikan dirinya pantas kembali gabung Persis Solo.

“Saya siap diduetkan dengan siapapun,” ucap Galih. “Kedepan semoga saya bisa balik Persis Solo lagi. Piala Kemerdekaan lalu terlalu singkat,” kata Dimas yang jadi topskor Persis saat Piala Kemerdekaan lalu.

Bukan hanya pemain, pelatih pun siap. Agung Setyabudi mengatakan laga perang bintang ini menjadi event langka. Pasalnya, deretan pemain yang pernah berkostum Persis Solo bisa berkumpul lagi.

“Kalau semua bisa kumpul tentu senang. Ini semacam reunian lah untuk para pemain (yang pernah gabung Persis Solo),” kata Agung yang ikut mengangkat Persis dari Divisi 2 hingga Divisi Utama ini.

Terpisah, panitia Perang Bintang, Aulia Haryo menyampaikan terima kasih pada para pemain yang menyatakan kesiapan ikut dalam laga perang bintang. Pihaknya berharap laga itu jadi pelepas rindu setelah Persis Solo tanpa pertandingan sejak tersingkir dari ISC B 2016 lalu.

Leave a Reply