Masih sama seperti sebelumnya, kami coba hadirkan tulisan dengan lebih santai. Bukan seperti berita, lebih seperti bercerita saja.

Loji Gandrung, 13 Januari 2017
Rapat Kedua

Untung punya walikota cinta sepak bola. Judulnya sedemikian, namun tidaklah terlalu mengistimewakan. Karena memang pada faktanya seperti itu. Jauh sebelum pertemuan kedua, Jumat (13/1) pukul 20.00 WIB, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo pernah berkata, “luwih penak ngurusi voli. Podo-podo metu duite, bali genah nggowo prestasi“.

Bukan berlebihan ketika walikota menyatakan seperti itu. Tim bola voli putri Vita Solo yang selama ini didukung walikota memang lebih jelas. Untuk kejuaraan tingkat regional Jawa Tengah, jangan tanya prestasi Vita Solo. Bahkan sangat sering Vita Solo menang 3-0 di partai final.

Untuk tingkat nasional, musim lalu mereka jadi runner up Livoli Divisi Satu sekaligus promosi ke Divisi Utama 2017. Vita Solo bukan hanya prestasi. Soal pembinaan, mereka luar biasa. Bila ada waktu luang, silakan cek saja status pemain Vita. Mayoritas merupakan hasil binaan sendiri di Lapangan Penumping. Itulah kenapa walikota pernah bilang “Luwih penak ngurusi voli“.

Bila dibandingkan dengan sepak bola, apa yang didapat walikota?. Apakah dari segi politis akan menambah dukungan? tentu saja tidak. Kalau pun iya, hanya nol koma dari sekian persen saja. Karena banyak pendukung Persis Solo yang nyatanya ber-KTP luar kota Solo. Artinya, kalau di Solo, ngurusi bola untuk bekal jadi walikota jelas tidak masuk akal.

Tapi soal nombok? ya tentu saja nombok. Berkali-kali Rudy, sapaan akrabnya mengatakan, pengurus bola itu pasti nombok. “Nombok waktu, nombok tenaga. Kalau punya uang ya ikut nombok uang juga.”. “Nek Persis menang, sing disanjung pemain, pelatih. Tapi nek kalah, mesti walikotane melu keno. Ditakoki manajemene piye. Yo aku ra mudeng. Aku wes ra melu ngurusi meneh. Itu yang saya rasakan sampai sekarang.”

Kenapa kemudian artikel ini dijuduli “Untungnya punya walikota gila sepak bola”. Karena pertemuan kali ini bisa menemui titik temu ya karena pernyataannya. “Wes ora sesuk-sesuk, ndak ra rampung-rampung. Dirampungke saiki sisan. Nganti esuk tak tunggoni rapopo,” kata Rudy saat menimpali usulan Paulus Haryoto agar rapat dilanjutkan ke tingkat internal.

Dalam rapat tadi, suasana sempat adem. Namun ketika walikota menerima telepon, kemudian sempat masuk ke halaman dalam rumah dinasnya, sempat terjadi perdebatan antara Heru Buwono sebagai perwakilan “manajemen Solo” dan Dedi M Lawe sebagai wakil “manajemen Jakarta”. Cukup lama, namun kemudian suasana kembali pecah setelah walikota kembali bergabung dalam rapat tersebut.

dealls

Iki nek ngene terus, nganti rong minggu yo ra rampung-rampung. Wes disepakati saja seperti apa. Kompetisi wes cedak.”.

Akhirnya rapat yang sempat sengit soal “kebersamaan”, “saham” hingga “somasi”, menuju arah yang tepat. Yaitu membahas keikutsertaan Persis Solo di kompetisi Divisi Utama 2017. Dalam kesepakatan antara PT Persis Solo Saestu dan PT Syahdhana Properti Nusantara, awal tahun lalu, ternyata dalam akta yang disepakati, nama FX Hadi Rudyatmo tercatat sebagai ketua umum. Rudy pun mengaku tak tahu jika dirinya kembali tercatat sebagai ketua umum.

Aku ki jan-jane wes dudu ketua. Aku tak dadi suporter wae. Tapi karena dalam akta sudah tertulis, untuk mengganti jika butuh ke notaris lagi, serta RUPS (rapat umum pemegang saham), yo wes surate tak tandatangani. Nek bariki posisi ketua diganti ya silakan, tapi karena ini untuk kepentingan kompetisi, surat keikutsertaan Divisi Utama saya tandatangani.”

Apa yang diinginkan Pasoepati akhirnya terpenuhi. Ada kejelasan soal pergerakan menuju Divisi Utama 2017. Rudy mengatakan pada Senin (16/1) mendatang dirinya akan menemui Komisaris Utama PT Persis Solo Saestu, Sigit Haryo Wibisono di Jakarta. Sehari berikutnya akan digelar rapat mengenai penunjukkan pelatih dan perekrutan pemain.

“Kalau yang kemarin kan kita belum tau. Penunjukkan pelatih ya harus dibicarakan bersama. Nanti setelah pertemuan di Jakarta langsung rapat,” tegas Rudy.

Terkait status Widyantoro yang sebelumnya diputuskan sebagai pelatih musim ini, Direktur Bisnis PT Persis Solo Saestu, Her Suprabu mengaku belum mengetahui kedepannya bakal seperti apa. “Setelah pak Rudy bertemu pak Sigit di Jakarta kan ada rapat. Ya tunggu hasil rapat itu. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Yang pasti pekan depan sudah mulai persiapan,” tutur Her.

Comment List

  • Saestu 14 / 01 / 2017 Reply

    esuk dele sore tempe, ati ati wae muehehehe

    musuh dalam selimut, benalu dalam ……

  • Ridwan1923 14 / 01 / 2017 Reply

    Ayolah… mari kita satu suara untuj kemajuan Persis

  • Pak Ulus Tik Us 14 / 01 / 2017 Reply

    Perjuangan belum selesai karena Perjuangan masih bersemayam di tubuh Persis

  • aku sopo? 14 / 01 / 2017 Reply

    Aku mung isoh kondo, yen permasalahan diatasi dengan permasalahan i ruet. Ibarate treadmill, wes kesel kesel tibake lari di tempat. Semoga cepat terselesaikan

  • Heroe Sorak Horee 15 / 01 / 2017 Reply

    Semoga Persis bisa #Menangan laghi.

Leave a Reply