SOLO,sambernyawa.com – PT Syahdhana Properti Nusantara (SPN) merupakan pemilik saham mayoritas di PT Persis Solo Saestu. Selama ini, perusahaan milik Sigit Haryo Wibisono itu sudah mengeluarkan dana Rp 4,5 Miliar.

Hal itu diungkapkan perwakilan PT SPN yang kini menduduki jabatan Komisaris PT Persis Solo Saestu, Dedi M Lawe. Dia mengatakan dana itu digunakan untuk melunasi hutang PT Persis Solo Saestu sebesar Rp 2,5 Miliar dan Rp 2 Miliar untuk dana mengarungi turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.

“Memang benar kami pemilik saham mayoritas PT Persis Solo Saestu. Dari awalnya 75 persen, kemudian meningkat jadi 90 persen. Tapi bukan berarti Persis Solo milik SPN. Persis tetap milik masyarakat kota Solo. Hak identitas seperti nama, homebase, simbol atau logo dan suporter tidak akan berubah. Kami hadir untuk membangun Persis Solo jadi lebih baik,” terang Dedi M Lawe, Sabtu (7/1/2017).

Dedi mengatakan, struktur PT Persis Solo Saestu tidak mengalami perubahan. Komisaris Utama tetap diduduki Sigit Haryo Wibisono, kemudian dirinya dan Paulus Haryoto sebagai komisaris. Direktur Utama Eddy Junaidi serta kursi direktur ditempati Her Suprabu dan Petrus Barus.

“Ada juga struktur klub. Ketum pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo), CEO Eddy Junaidi dan wakil CEO saya. Struktur perusahaan dan klub tidak pernah berubah,” jelasnya.

Dalam rapat di Rumah Dinas Walikota Solo, Jumat (6/1) malam, SPN tak hadir secara langsung. Dedi mengatakan mereka mewakilkan Her Suprabu yang jadi bagian dari PT Persis Solo Saestu. “Kemarin kan mas Her menjelaskan semuanya. Itu sudah termasuk mewakili kami sebagai bagian dari PT Persis Solo Saestu,” jelas Dedi.

Komisaris Utama PT Persis Solo Saestu, Sigit Haryo Wibisono (merah) saat hadir di Solo, 30 April 2016 lalu.

Komisaris Utama PT Persis Solo Saestu, Sigit Haryo Wibisono (merah) saat hadir di Solo, 30 April 2016 lalu.

Dedi mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan FX Hadi Rudyatmo di Jakarta, Senin (9/1) lusa. Pertemuan akan dihadiri langsung oleh Sigit Haryo Wibisono. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan melaporkan program musim ini, termasuk pengenalan pelatih yang sudah diluncurkan, Jumat (6/1) kemarin.

“Kami akan sampaikan bahwa pelatih sudah ada. Setelah ini akan ada program untuk cari pemain. Beberapa kandidat ada, tapi memang terus berproses. Penentunya tetap pelatih. Targetnya pertengahan Februari tim sudah bisa diperkenalkan,” ucap Dedi.

Dengan adanya pertemuan di Jakarta, belum diketahui apakah diskusi lanjutan di Loji Gandrung akan tetap digelar. FX Hadi Rudyatmo mengatakan pertemuan kedua nanti wajib digelar agar semua pihak ikut menentukan masa depan Persis Solo.

“Sekarang sudah tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Semua harus disampaikan secara terbuka. Secepatnya saya akan hubungi pak Joko Driyono yang dulu memperkenalkan SPN, agar perwakilan SPN bisa didatangkan ke Solo. Jadi nanti semua duduk dalam satu meja bersama-sama seperti ini lagi,” ucap Rudy, Jumat (6/1) malam.

Comment List

  • Penikmat 08 / 01 / 2017 Reply

    cie utang gitu kok ngeyel, perjuangan

  • fuckbenalu 09 / 01 / 2017 Reply

    semua yang dikatakan pak Dedi sudah jelas, ingin membuat Persis Solo jadi lebih baik. Pernyataan dinasti perjuangan di berbagai Media malah menyudutkan SPN. Suporter sudah bisa menilai sendiri.

  • mohammed 09 / 01 / 2017 Reply

    klub harus memiliki status hukum yang jelas, biar gak jual lisensi sana sini.

Leave a Reply