Pada edisi ke-tiga kali ini, redaksi Sambernyawa berkesempatan untuk menemui Sergey Litvinov, mantan stoper Solo FC pada musim lalu. Pemain kelahiran Vladivostok 25 tahun lalu tersebut mengaku masih cinta dengan Solo, yang dia anggap sebagai kotanya. Datang ke Indonesia pada akhir 2010, dan mulai menetap di Solo pada awal tahun lalu membuat Sergey tidak mau beranjak dari kota yang mempunyai klub sepak bola bernama Persis Solo ini.

Sergey bisa dibilang adalah pemain sepak bola yang cepat beradaptasi, pun perihal soal bahasa. Belum genap setahun tinggal di Solo, dirinya sudah bisa fasih berbahasa Indonesia, bahkan bahasa Jawa. Redaksi Sambernyawa pun terkesan dengan cara berkomunikasinya yang menggabungkan bahasa Indonesia dan Jawa sekaligus, sehingga tak jarang sesi wawancara pun dihiasi dengan gelak tawa.  Hahaha..

Bejo sedang berinteraksi dengan reporter Sambernyawa, Lilis Maryati. (Foto: Babhe Solomania)

Sergey, yang mengaku lebih suka dipanggil Bejo ini banyak belajar bahasa dari teman-temannya sewaktu masih tinggal di mes Graha Solo Football. Setiap hari dirinya menambah perbendaharaan kata-katanya dengan banyak bertanya kepada pemain lokal. Alhasil, dirinya saat ini sudah bisa dibilang fasih berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. “Ora popo, saya banyak belajar dari pemain lokal mas“, ujarnya.

Perihal nama panggilan Bejo, Sergey mengungkapkan bahwa julukan itu diberikan oleh teman-temannya sewaktu masih tinggal di mes. Sergey pun mengaku suka dengan panggilan tersebut, karena menurutnya nama Bejo adalah nama yang beruntung. “Saya suka Bejo mas. Bejo artinya beruntung, jadi saya ingin selalu beruntung. Maka panggil saya Bejo mas, ora popo“, ungkapnya sambil diiringi canda tawa.

Canda tawa pun menghiasi sesi wawancara. (Foto: Babhe Solomania)

Bagaimana cerita dia tentang Solo, dan apa rencana kedepannya? Simak hasil wawancara reporter Sambernyawa, Lilis Maryati bersama Sergey ‘Bejo’ Litvinov berikut ini:

Lilis (L): Halo mas Bejo, pripun kabare?

Sergey (S): Apik mbak Lilis, saya baik hari ini.

L: Apa yang kamu lakukan di Solo, padahal kompetisi Liga Indonesia sedang memasuki masa jeda liburan?

S: Sejak kontrak saya habis bersama Solo FC, saya memutuskan untuk tetap tinggal di Solo. Saya suka kota ini.

L: Lalu apa yang kamu lakukan untuk mengisi kegiatanmu sehari-hari?

S: Saya tiap hari selalu menjaga kondisi fisik agar tidak kendur. Siang melakukan fitness dan sore hari berlatih di stadion Sriwedari.

L: Kamu tinggal bersama istri?

S: Iya, sejak Februari saya tinggal bersama istri. Tetapi dua hari lalu istri saya kembali ke Rusia.

L: Tidak merasa kesepian setelah ditinggal istri?

S: Mboten nopo-nopo, saya disini banyak teman dan semuanya baik kepada saya.

Sergey pun menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu mengikuti turnamen futsal bersama mantan stoper Persis Solo, Prasetya Danu.

S: Beberapa hari lalu saya mengikuti turnamen futsal di Karanganyar. Saya diajak oleh mantan pemain Persis Solo, Prasetya Danu. Kami pun ikut turnamen cuma berlima, tanpa pemain cadangan. Kami berhasil menjadi juara tiga, dan saya mencetak 14 gol. Saya senang sekali. Ora popo, walau gagal juara, tapi saya masih bisa menjaga kondisi fisik dan kebugaran.

Kenangan tak terlupa saat bergoyang bersama Pasoepati di tribun Selatan. (Foto: Babhe Solomania)

L: Ada keinginan untuk menjadi striker?

S: Haha.. Ya jelas tidak ada. Itu tadi cuma permainan futsal. Di sepak bola, posisi saya tetap ada di belakang sebagai stoper.

L: Apakah kamu tidak ada keinginan untuk bermain di kompetisi Level 1 Liga Indonesia?

S: Setiap pemain sepak bola pasti mempunyai keinginan untuk bermain di level tertinggi kompetisi. Begitu pun dengan saya.

L: Sudah ada tim Level 1  yang menawari untuk bergabung?

S: Belum ada mbak. Saya masih menunggu kabar dari agen saya di Jakarta.

L: Jika tidak ada tawaran dari tim yang berlaga di Level 1 gimana, mas Bejo?

S: Jika harus bermain di kompetisi Level 2, maka saya ingin membela Persis Solo. Ora popo, Solo kotaku. Saya masih menunggu perkembangan tentang siapa pelatih Persis musim depan.

L: Menurut kamu, lebih memilih pelatih luar negeri atau dalam negeri?

S: Semua pelatih mempunyai kemampuan masing-masing. Jika pelatih luar negeri memiliki kendala bahasa dengan para pemain, maka apa yang diharapkan pelatih pun tidak akan bisa dipraktekkan oleh pemain di lapangan.

Bejo juga mengaku ingin bisa tinggal lebih lama di Indonesia. (Foto: Babhe Solomania)

L: Bagaimana dengan Branko, mantan pelatih Solo FC musim lalu?

S: Branko adalah tipikal pelatih yang sangat keras kepada pemain. Menu latihan yang diberikan pun terlalu berat untuk dijalani oleh pemain. Sehingga tidak jarang dia memarahi pemainnya sendiri. Saya pribadi tidak cocok dengan pelatih seperti itu.

L: Pernah dimarahi oleh Branko, mas Bejo?

S: Ora popo, setiap pemain pernah dimarahi oleh pelatih. Menurut saya, pelatih yang bagus adalah yang bisa mendidik pemainnya menjadi pemain hebat.

[quote]Jika harus bermain di kompetisi Level 2, maka saya ingin membela Persis Solo.[/quote]

 

DATA DIRI:

Nama:

Sergey ‘Bejo’ Litvinov

Posisi:

Stoper

TTL:

Vladivostok, 29 September 1986

Tinggi/Berat:

187 cm/77 kg

Karier:

2006-2008:  FC Luch Energiya (Vladivostok) in Division One

2000-2010: FC Okean (Nakhodka) Division III

2011- 2011  : Solo FC

(Admin/Babhe/Lilis)

Comment List

  • Ir-One 06 / 10 / 2011 Reply

    Hahahaha… mas bejo videonya lucu!!! Semangat mas Bejo…

  • ayano putra solo 06 / 10 / 2011 Reply

    Nah kalau kata pak rudy butuh pemain yg loyal dan mau fight di lapangan, jawabnnya adalah sergey”bejo” inilah..karena dia sdh menganggap solo adalah kotanya… Jd mental bertarung dilapangan tdk diragukan lg, sikap loyal kepada persis jg tdk di ragukan .

  • Armen 06 / 10 / 2011 Reply

    mas bejoooo… masih ingat gak sama saya? oalaaaah… logatmu kok lucu men… hahahaha…

  • wong solo 06 / 10 / 2011 Reply

    wah iki baru pemain seng loyal terhadap klub ra mikirke prestasi dan materi. bravo mas bejo

  • Qiu PASBOY 06 / 10 / 2011 Reply

    wah mas bedjo dijak mangan sambel lethok mesti ketagihan kie
    wkakwkwkkwwk…

  • kenji 07 / 10 / 2011 Reply

    apik mas bejo…..

  • badres 08 / 10 / 2011 Reply

    bejo emang joss gandhosss…
    sblm pergi ke jakarta,dia tinggal di rmh saya(tempat wawancara)..
    biarpun tidur ala kadarnya tapi dia ga mengeluh..
    salut…
    semoga kamu sukses bro!!!

Leave a Reply