Kantor PSSI. (Foto: Google)

 

Jawa Tengah memiliki sembilan klub profesional yang bertanding pada musim kompetisi mendatang, baik di levelsatu maupun dua.

Sekum Pengprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng di Semarang, Jumat (26/8), mengatakan dari jumlah tersebut lima klub bertanding pada level satu sedangkan empat tim tampil pada level dua.

Lima klub Jateng yang bertanding pada level satu (setingkat Liga Super) adalah Persijap Jepara, PSIS Semarang, Persis Solo, PSCS Cilacap, dan PSIR Rembang.

Dari lima klub yang berlaga pada level satu tersebut melakukan merger dengan klub Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Persijap dengan Bogor Raya FC sesuai dengan keputusan konsursium. Kemudian PSIS Semarang dengan Semarang United, sedangkan Persis Solo dengan Solo FC.

Kemudian empat tim yang berlaga pada level dua atau setingkat dengan Divisi Utama adalah Persip Pekalongan, Persiku Kudus, PPSM Sakti Magelang, dan Persitema Temanggung.

“Sejak awal kami sudah mengimbau semua klub tetap mendaftarkan diri karena kami cukup yakin regulasi masih akan berubah mengingat banyak klub yang tidak sanggup memenuhi lima aspek tersebut,” katanya.

PSSI akhirnya mengubah regulasi soal deposit, untuk level satu yang semula Rp5 miliar turun menjadi Rp3 miliar, sedangkan level dua yang dulunya Rp2 miliar akhirnya dihapuskan.

Sedangkan Sekum PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan, prioritas manajemen sekarang ini adalah menentukan pelatih yang akan menangani tim ini pada musim kompetisi mendatang.

Ia mengakui, sejauh ini beberapa pelatih sudah menghubungi dirinya melalui telepon. “Kalau mengajukan surat lamaran resmi memang belum ada tetapi mereka telah mengontak saya dan menanyakan soal pelatih di PSIS,” katanya.

Ia menyebutkan, tiga pelatih yang berminat menangani PSIS mendatang adalah Raja Isa (mantan pelatih Persiram Raja Ampat), Yudi Suryata (mantan pelatih Persijap Jepara), dan Agus Riyanto (mantan pelatih PSCS Cilacap).

“Kami berharap sebelum lebaran ini, PSIS sudah memiliki pelatih dan 5 September mendatang sudah menjalani seleksi,” kata Setyo Agung Nugroho yang juga General Manager PSIS tersebut. (Admin/Media Indonesia)

Leave a Reply